Rabu, China laporkan 433 kasus baru corona dengan 29 kematian

Rabu, China laporkan 433 kasus baru corona dengan 29 kematian

Warga Aksu, Daerah Otonomi Xinjiang, China, memberikan bantuan berupa apel dan kurma kepada warga yang terinfeksi virus corona di Provinsi Zhejiang. (ANTARA/HO-ECNS/mii)

Shanghai (ANTARA) - China daratan pada Rabu (26/2) melaporkan 433 kasus baru virus corona, naik dari 406 pada 25 Februari, demikian diungkapkan Komisi Kesehatan Nasional pada Kamis.

Menurut otoritas setempat, jumlah total kasus terkonfirmasi di China daratan mencapai 78.497.

Sementara itu, tercatat 29 kematian baru. Angka itu merupakan tingkat harian terendah sejak 28 Januari, sekaligus turun dari 52 kematian pada hari sebelumnya. Wabah tersebut hingga kini telah menelan 2.744 orang secara keseluruhan.

Hubei, pusat wabah virus corona di China tengah, melaporkan 409 kasus baru dengan 26 kematian pada Rabu sedangkan Beijing dan Provinsi Heilongjiang serta Henan masing-masing satu kematian.

Jumlah kasus baru di luar Hubei tercatat 24 kasus, naik dari lima kasus daripada sehari sebelumnya dan mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut.

Dengan jumlah kasus baru di luar China yang kini melebihi jumlah domestik, otoritas memalingkan perhatian mereka terhadap potensi sumber infeksi yang berasal dari luar negeri.

Pemerintah Shanghai menyebutkan sedang berupaya mengidentifikasi siapa saja yang melakukan kontak dengan pasien virus corona, yang tiba dari Iran, negara yang terdampak parah virus corona.

Lebih dari 40 negara dan wilayah di luar daratan China melaporkan kasus infeksi virus corona. Pada Rabu, untuk pertama kalinya kasus COVID-19 dilaporkan di Brazil, Pakistan, Norwegia, Yunani, Romania dan juga Aljazair.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pertambahan kasus COVID-19 secara global melampaui di China

Baca juga: China minta Rusia akhiri tindakan diskriminatif terkait virus corona

Baca juga: Pengidap corona di Singapura terancam dipenjara karena berbohong



 

Mengenal perkembangan jenis baru virus corona

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar