Pria Italia jadi kasus pertama virus corona di Nigeria

Pria Italia jadi kasus pertama virus corona di Nigeria

Duta Besar China untuk Nigeria Zhou Pingjian mengadakan konferensi pers tentang virus corona baru di Abuja, Nigeria, Senin (3/2/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Afolabi Sotunde/ama/cfo

Lagos (ANTARA) - Pria Italia yang tiba di Nigeria tiga hari lalu menjadi kasus pertama virus corona di negara Afrika tersebut, kata menteri kesehatan pada Jumat, ketika virus tersebut semakin merebak di seluruh dunia.

Kementerian Kesehatan mencuit di Twitter bahwa kasus itu terjadi di Negara Bagian Lagos. Lagos adalah kota terbesar di negara terpadat di Afrika dengan populasi sekitar 20 juta orang.

"Kasusnya ... menjadi kasus pertama yang dilaporkan di Nigeria sejak wabah tersebut muncul di China pada Januari," kata Kementerian Kesehatan. Ia menambahkan bahwa infeksi tersebut dikonfirmasi pada Kamis (27/2).

Baca juga: Nigeria laporkan kasus pertama pengidap COVID-19

Menteri Kesehatan Osagie Ehanire melalui pernyataan mengatakan kasus tersebut teridentifikasi sebagai warga negara Italia yang bekerja di Nigeria. Ia baru tiba di Lagos sepulanya dari Milan, Italia, pada 25 Februari.

Infeksinya dikonfirmasi oleh Laboratorium Virologi Lagos University Teaching Hospital, bagian dari Jaringan Laboratorium Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria.

"Secara klinis kondisi pasien stabil, tanpa gejala serius," kata menteri, seraya menambahkan bahwa dia dirawat di rumah sakit di distrik Yaba, Lagos.

"Kami sudah mulai mengidentifikasi semua kontak pasien, sejak ia tiba di Nigeria," kata Ehanire.

Baca juga: Parlemen EU minta staf tetap di rumah setelah berpergian ke Italia


Menteri tersebut mengatakan pihak berwenang telah memperkuat langkah-langkah guna memastikan wabah di Nigeria terkendali dan diatasi dengan cepat.

Belum ada obat untuk corona, virus yang dapat menyebabkan pneumonia, dan satu vaksin dapat memakan waktu hingga 18 bulan untuk dikembangkan.

Ehanire menyebutkan Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria (NCDC) telah mengaktifkan Pusat Operasi Darurat nasional dan akan bekerja sama dengan otoritas Kesehatan Negara Bagian Lagos untuk menangani kasus tersebut dan memberlakukan langkah-langkah pengendalian.

Virus corona sejauh ini telah menginfeksi hampir 80.000 orang dan menelan hampir 2.800 korban jiwa, menurut data resmi China. COVID-19 telah menyebar ke 46 negara lainnya, tempat  3.700 kasus dan 57 kematian telah dilaporkan, menurut  WHO.

Sumber: Reuters

Baca juga: Seorang pemain klub Serie C dilaporkan positif terdampak virus corona

Baca juga: Tour UEA dibatalkan setelah pebalap Italia terinfeksi corona

 

Beragam fasilitas observasi corona di Pulau Sebaru Kecil

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar