Corona luar biasa, tapi tidak seberbahaya SARS-MERS-CoV

Corona luar biasa, tapi tidak seberbahaya SARS-MERS-CoV

Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta dengan pakaian pelindung diri lengkap memeriksa Amigos Resto di Kemang, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Pemeriksaan itu dilakukan karena tempat tersebut diduga sebagai lokasi warga Depok, Jawa Barat, terinfeksi virus corona. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan menyatakan virus corona (Covid-19) merupakan kasus yang luar biasa, tapi tidak seberbahaya SARS ataupun MERS-CoV.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan virus corona itu relatif baru dan sama-sama bisa mencari pola pembelajaran.

"Belajar dari kasus-kasus di luar bahwa angka fatality rate-nya kan tidak sebesar famili corona yang lain apakah itu MERS-CoV atau SARS. Tapi tentunya ini luar biasa," kata Widyastuti.

Karena hal tersebut, kata Widyastuti, paparan virus corona bisa sembuh dengan penanganan yang baik oleh petugas kesehatan.

"Kita tahu bahwa ini bisa sembuh. Tentu diberikan edukasi, saat ini tentu diproses untuk disiapkan media komunikasinya dengan baik sehingga masyarakat tidak terlalu gelisah dan panik," ujarnya.

Baca juga: 69 ABK Diamond Princes batal dipindahkan ke Pulau Sebaru
Baca juga: Polisi ancam tindak tegas oknum manfaatkan keresahan akibat corona


Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan hingga Rabu ada 56 suspek Virus Corona dengan 30 di antaranya sudah pulang dalam kondisi sehat, sementara 26 lainnya dalam pengawasan dan masih dirawat.

"Sampai hari ini 30 orang dalam pengawasan sudah pulang dalam kondisi sehat. Sementara 26 lainnya masih dirawat. Semuanya termasuk dalam 241 orang yang dipantau," kata
Widyastuti.

Sebanyak 241 orang yang dipantau itu, kata Widiastuti, memiliki rincian 121 orang dalam pemantauan sudah selesai menjalani masa pemantauan dan dinyatakan sehat, sementara 120 orang dalam pemantauan masih dipantau.
Baca juga: WHO: Ada kemiripan antara corona dan influenza

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menhub perkirakan jumlah penumpang meningkat 20 persen saat libur panjang akhir Oktober

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar