ICEP: Pola pikir pengaruhi sistem imun tubuh

ICEP: Pola pikir pengaruhi sistem imun tubuh

Ketua lembaga International Community for EFT Practitioner (ICEP) Eddy Iskandar (kiri) mempraktikkan salah satu cara memperkuat imunitas tubuh di Jakarta, Jumat (6/3/2020). (ANTARA/ (Muhammad Zulfikar)

saat sakit tidak harus langsung berhubungan dengan rumah sakit atau obat
Jakarta (ANTARA) - Ketua lembaga International Community for EFT Practitioner (ICEP) Eddy Iskandar mengatakan pola pikir seseorang dapat memengaruhi sistem imun atau kekebalan tubuh sehingga perlu untuk lebih berhati-hati dan menghindari stres.

"Bahkan 85 persen penyakit itu disebabkan oleh stres dan pola pikir seseorang itu sendiri. Sedangkan terkait pola hidup hanya lima persen, pola makan lima persen dan hal lainnya termasuk virus lima persen," kata dia di Jakarta, Jumat.

Dengan adanya pengaruh terhadap sistem imun itu, ia mengatakan jika seseorang terus berpikir positif, maka sistem neuro atau sarafnya akan bereaksi positif pula. Hal tersebut berdampak pada dihasilkannya hormon-hormon positif dalam tubuh.

Ini menunjukkan bahwa tubuh manusia sebenarnya dapat menjadi dokter bagi diri sendiri sebab bisa mendeteksi sistem kekebalan tersebut dan mengetahui kapan seharusnya waktu untuk mulai mengonsumsi obat.

Baca juga: Menurunnya sistem imun sebabkan rentan sakit saat tua

"Yang perlu digarisbawahi ialah bukan keadaan darurat. Jika darurat ya benar kita langsung berbicara terkait obat," kata anggota Dewan Pakar Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) tersebut.

Di samping itu, ujar dia, dalam penelitian psikoneuroimunologi terlihat jelas adanya hubungan antara otak dan fungsi sistem kekebalan tubuh, atau hubungan antara mental dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

"Jadi saat sakit tidak harus langsung berhubungan dengan rumah sakit atau obat, melainkan dapat menerapkan pendekatan Emotional Freedom Technique (EFT) atau Teknik Kebebasan Emosional," katanya.

Ia menjelaskan sistem imunitas tubuh alat diperkuat dengan menggunakan EFT yakni cukup mengetuk secara ringan dengan dua ujung jari titik-titik thymus thumb.

Cara tersebut dinilai dapat membantu menetralkan energi negatif, menyelaraskan energi, mendukung penyembuhan dan kesehatan yang prima serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

"Ini bisa dilakukan sebab inti dasar dari obat berbagai jenis penyakit ialah berkaitan dengan perbaikan sistem imun juga," ujar dia.

Baca juga: Lawan COVID-19 melalui makanan ini, rempah hingga kerang

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden : Ibu kota baru, pola pikir dan budaya kerja baru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar