Malang segera miliki kawasan wisata heritage di tengah kota

Malang segera miliki kawasan wisata heritage di tengah kota

Kayutangan Heritage di Kota Malang, Jawa Timur. ANTARA/Pemkot Malang

menargetkan pada akhir Desember 2020 wisata Kayutangan Heritage sudah dapat dinikmati wisatawan dengan berbagai fasilitas penunjang dan ornamen-ornamen 'cantik' khas masa lalu...,
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kota Malang di Provinsi Jawa Timur dalam waktu dekat memiliki destinasi wisata berkonsep heritage yang berlokasi di tengah kota, yakni Kayutangan Heritage.

Wali kota Malang Sutiaji di Malang, Senin mengemukakan Kayutangan Heritage akhir-akhir ini menjadi lokasi wisata yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, dan mendapat respons positif dari warga di kota pendidikan itu.

"Kami menargetkan pada akhir Desember 2020, wisata Kayutangan Heritage sudah dapat dinikmati wisatawan dengan berbagai fasilitas penunjang dan ornamen-ornamen 'cantik' khas masa lalu," ucap Wali kota Sutiaji.

Dia mengemukakan penataan fisik kawasan Kayutangan Heritage diharapkan tidak hanya berdampak positif pada pelestarian cagar budaya, tetapi juga mendukung pariwisata, memberikan nilai tambah kawasan dan meningkatkan kualitas hidup serta perekonomian warga Kota Malang, khususnya di wilayah kawasan Kayutangan Heritage.
Baca juga: Kayutangan diresmikan jadi "Ibu Kota Heritage Malang Raya"

Penataan Kayutangan Heritage sebagai ibu kota heritage Malang Raya, lanjutnya, akan dituntaskan pembangunannya ada tahun ini. Selain pembangunan fisik, juga akan dilaksanakan rekayasa lalu lintas, penataan kabel bawah tanah serta peningkatan konektivitas kawasan.

Ia menambahkan pengembangan Kayutangan Heritage akan disinergikan dengan peran serta seluruh elemen yang ada di masyarakat, termasuk even dan branding Kayutangan Heritage akan diperkuat dengan sinergi bersama pelaku usaha dan komunitas kreatif Malang.

"Dengan kolaborasi pentahelix, kami optimistis upaya pelestarian sejarah dalam kerangka Malang Heritage akan semakin baik dan kita bisa mewariskan kota serta jati dirinya untuk masa depan," tutur Sutiaji.

Sementara itu, Camat Klojen, Kota Malang Heru Mulyono yang juga Ketua Panitia pembangunan Kayutangan Heritage mengatakan untuk menyerap aspirasi warga sekitar Kayutangan sekaligus komunikasi dua arah dengan para pejabat di lingkungan Pemkot Malang, pihaknya secara rutin mengadakan pertemuan yang dikemas dalam acara "Noto Kayutangan Heritage".
Baca juga: Pemkot Malang siapkan Rp16 miliar kembangkan kawasan Kayutangan
Baca juga: Menanti kehadiran "Malioboro" di Kota Malang


"Kegiatan ini merupakan yang pertama di tahun 2020, dipilihnya wilayah Kayutangan karena wilayah ini sedang berkembang pesat, sehingga berpotensi memunculkan permasalahan di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan segala permasalahan dapat segera teratasi dan mendapat respons langsung dari pihak terkait," katanya.

Penataan kawasan Kayutangan Heritage sudah dilakukan dalam dua tahun terakhir ini. Pembangunan kawasan yang berada di sepanjang Jalan Basuki Rahmad itu sudah dilakukan secara bertahap untuk melengkapi kawasan yang menjadi cagar budaya Kota Malang.

Selain kawasan Kayutangan, sejumlah kawasan dan bangunan di Kota Malang juga menjadi agar budaya, di antaranya kawasan Jalan Besar Ijen yang memiliki kekhasan bangunan rumah dengan bentuk atap segi lima, kawasan jalan Merbabu dengan bangunan rumah-rumah kuno, bangunan (gedung) PLN, Stasiun Kotabaru, serta sejumlah bangunan sekolah.

Selain bangunan dan kawasan, Kota Malang juga memiliki kampung budaya yang mulai dikenal wisatawan, yakni Kampung Budaya Polowijen yang berlokasi di Jalan Cakalang,Kelurahan Polowijen, Kota Malang.
Baca juga: Pengembangan Stasiun Kota Malang diharapkan dorong sektor pariwisata

Pemkot Malang tetapkan 32 bangunan cagar budaya


 

Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar