Malang (ANTARA News) - Tim Arek Malang (Arema) tidak terpengaruh atas penundaan jadwal pertandingan luar kandang yang sedianya dijamu Persiba Balikpapan, Sabtu (28/3), bahkan tidak ada jatah libur bagi pemain.

Asisten Manajer Arema M. Taufan, Jumat, mengakui, penundaan jadwal pertandingan lawan Persiba Balikpapan memang cukup mengagetkan dan sangat mendadak, namun penundaan itu sama sekali tidak mempengaruhi persiapan tim "Singo Edan" yang sudah matang.

"Memang ada perubahan program dari tim pelatih, setelah mengetahui jadwal lawan Persiba ditunda, tapi latihan rutin tetap berjalan dan diagendakan akan melakukan uji coba kembali dengan tim lokal untuk menjaga `performance` pemain," katanya.

Menurut Taufan, tim dan official Arema dijadwalkan berangkat menuju Balikpapan, Kamis (26/3) siang dengan kekuatan 18 orang pemain. Setelah ada pemberitahuan pertandingan ditunda dengan alasan keamanan, akhirnya juga dibatalkan.

Sementara itu, Pelatih Arema, Gusnul Yakin, mengatakan, latihan rutin tetap dilakukan, karena dirinya khawatir kompetisi berlanjut dengan jadwal yang sangat padat dan dekat antara pertandingan satu dengan lainnya, mengingat beberapa pertandingan Arema, baik di kandang maupun luar kandang juga ditunda.

Oleh karena itu, katanya, dirinya mengambil keputusan tidak meliburkan pemain agar pemain tetap fokus dan konsentrasi pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (LSI).

Menyinggung rencana pemusatan latihan (TC), Gusnul Yakin, menyatakan, belum ada rencana, karena sampai sekarang belum ada jadwal resmi yang dirilis Badan Liga Indonesia (BLI).

"Sekarang kami fokus latihan untuk melakoni pertandingan lanjutan, baik kandang maupun tandang. Sebenarnya kami sudah mematangkan tim dan siap meladeni Persiba Balikpapan maupun PKT Bontang, tapi apa boleh buat kalau harus ditunda," katanya menegaskan.

Beberapa pertandingan Arema yang ditunda selama musim kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif, adalah menjamu Persija Jakarta (di kandang), Persiba Balikpapan dan PKT Bontang (luar kandang). (*)

Pewarta:
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2009