Olimpiade

Australia terus bersiap menuju Olimpiade di tengah pandemi COVID-19

Australia terus bersiap menuju Olimpiade di tengah pandemi COVID-19

Sejumlah wanita mengenakan masker untuk mencegah virus corona saat melintas di Odaiba Marine Park, Tokyo, Jepang, (27/2/2020). ANTARA/REUTERS/Athit Perawongmetha/aa. (REUTERS/Athit Perawongmetha/Athit Perawongmetha)

Jakarta (ANTARA) - Australia masih terus mempersiapkan para atletnya menuju Olimpiade 2020 Tokyo, meski nasib keberlanjutan penyelenggaraan pesta empat tahunan itu masih belum mendapatkan kejelasan ataupun keputusan definitf dari Komite Olimpiade Internasional (IOC)

Di tengah pandemi global COVID-19 yang telah menginfeksi sekitar 180.000 orang di dunia, Presiden Komite Olimpiade Australia (AOC) Matt Carroll dan Chief de Mission (CdM) Ian Chesterman mengatakan mereka masih akan terus bersiap dan menyatakan bakal mendukung apapun keputusan IOC soal Olimpiade 2020 nantinya.

"Jika semua orang sedang bersiap untuk Olimpiade, kami harus bersiap," kata Chesterman seperti dilaporkan Reuters yang dikutip di Jakarta, Kamis.

Baca juga: IOC berkomitmen tetap langsungkan Olimpiade Tokyo sesuai jadwal

Di tengah ancaman pandemi virus corona, panitia penyelenggara Tokyo 2020 dan IOC hingga kini masih bersikap bahwa Olimpiade 2020 bakal digelar sesuai jadwal pada 24 Juli hingga 9 Agustus meski banyak ajang kualifikasi terganggu.

Keputusan itu jelas mengundang kritikan dari beberapa atlet, termasuk olimpian peraih empat medali emas cabang hoki es Hayley Wickenheiser. Atlet asal Kanada ini menganggap IOC telah menunjukkan sikap tak bertanggung jawab apabila bersikeras menggelar Olimpiade 2020 sesuai jadwal di tengah pandemi virus corona.

Baca juga: Olimpian kecam IOC jika "ngotot" gelar Olimpiade 2020 di kala pandemi

Meski kerap mendapatkan kecaman dan kritik dari anggota komite dan para atlet, IOC nyatanya masih belum berpikiran untuk menunda penyelenggaraan pesta olahraga terakbar itu.

Pada Rabu (18/3), IOC belum juga memberikan keputusan definitif dan justru muncul dengan pernyataan bahwa tak ada solusi ideal terkait penyelenggaraan Olimpiade Tokyo.

"Tidak akan ada solusi ideal pada situasi ini, dan inilah mengapa kami memperhitungkan tanggung jawab dan solidaritas,"

Baca juga: IOC tegaskan tidak ada solusi ideal terkait Olimpiade 2020

Keputusan IOC mengumumkan komitmen melangsungkan Olimpiade sesuai jadwal bertolak belakang dengan langkah UEFA yang memutuskan mengundurkan Euro 2020 ke tahun depan.

Namun Presiden AOC Matt Carroll meyakini bahwa IOC tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan soal penundaan itu. Menurutnya, masih ada waktu sekitar empat bulan untuk menunggu situasi pandemi ini berubah.

Baca juga: Menteri Jepang sebut "kutukan" siklus 40 tahun Olimpiade

"Kita masih punya empat bulan. Lihatlah ke belakang saat virus muncul sebulan lalu, semua banyak yang berubah," kata Carroll.

"Tidak ada yang tahu bagaimana semua terjadi pada empat hingga enam bulan ke depan. Mereka (IOC) tidak perlu terburu-buru memutuskan, mereka sedang menyiapkan langkah-langkahnya. Mereka akan memberikan saran terbaik," katanya.

"Apabila semua berubah, keputusan IOC juga bisa berubah," kata Carroll.

Baca juga: Olimpian pertanyakan IOC yang tampak tanpa Plan B soal Olimpiade Tokyo

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menpora sebut kesehatan atlet dan pelatih yang utama

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar