Legislator minta pemerintah atasi kelangkaan masker di NTT

Legislator minta pemerintah atasi kelangkaan masker di NTT

Anggota Komisi V DPRD NTT, Emanuel Kolfidus. ANTARA/Bernadus Tokan/am.

Kupang (ANTARA) - Anggota Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Kolfidus meminta pemerintah segera mengambil tindakan, untuk mengatasi kelangkaan masker di daerah itu.

"Salah satu cara mencegah penyebaran Virus Corona adalah menggunakan sejumlah alat, dan bahan untuk melindungi diri, seperti masker dan antiseptik, sayangnya barang ini semakin langka, bahkan hilang dari tempat-tempat penjualan," kata Emanuel Kolfidus di Kupang, Jumat.

Permintaan itu disampaikan kepada ANTARA melalui pesan WhatsApp, terkait banyaknya keluhan dari masyarakat di NTT yang mengaku kesulitan memperoleh masker.

"Apakah karena stok barangnya habis ataukah karena ada orang yang ingin mengail keuntungan di tengah situasi ini," katanya dalam nada tanya.

Dengan demikian, maka negara harus berdiri untuk mengendalikan situasi ini, kata Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT ini.

Menurut dia, langkah yang bisa dilakukan pemerintah antara lain adalah, memerintahkan penjual masker dan antiseptik untuk tidak opnamekan barang di gudang, tetapi harus menjual dengan sistem penjatahan supaya semua orang bisa mengakses.

Selain itu, pemerintah harus juga melakukan langkah-langkah untuk penyediaan stok, dimana dapat mencontoh apa yang dilakukan Pemerintahan Kota Surabaya, katanya menambahkan.

Langkah ini penting, agar tidak menimbulkan kepanikan warga karena kesulitan memperoleh peralatan pelindung, kata Emanuel Kolfidus.

Baca juga: DPC Partai Gerindra Serang bagikan masker

Baca juga: Polda Metro Jaya bagikan masker dan sanitizer

Baca juga: Jack Ma donasikan perlengkapan medis ke ASEAN termasuk Indonesia

Baca juga: Dokter di AS buat masker sendiri karena barang langka

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemkab Lebak perpanjang PSBB hingga 19 November 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar