Begini perjalanan kondisi pasien corona dari hari ke hari

Begini perjalanan kondisi pasien corona dari hari ke hari

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Dr. Yale Tung Chen, salah satu dokter yang terinfeksi virus corona baru atau COVID-19 saat menangani pasien di Hospital Universitario La Paz di Madrid, Spanyol mengabarkan perjalanan penyakitnya itu dari hari ke hari.

Dalam unggahannya di laman Twitternya, dokter berusia 35 tahun itu menunjukkan gejala dan kondisi antara satu pasien dengan pasien lainnya mungkin berbeda.

Di satu sisi, pasien bisa saja sulit bernapas namun hal berbeda dirasakan Tung Chen. Sang dokter bahkan tidak demam dan nyeri dada.

Unggahan Tung Chen juga memperlihatkan kondisinya bisa membaik lalu memburuk di hari berikutnya sejak hari pertama terdiagnosis corona hingga Minggu (22/3) yang memasuki hari ke-14 nya menjadi pasien penyakit yang berawal dari Wuhan, China itu.
 
Berikut kondisi sang dokter yang sudah diwawancara berbagai media di luar negeri itu dalam laman Twitternya:

Hari pertama: Setelah diagnosis. Sakit tenggorokan, sakit kepala (kuat), batu kering tapi napas tidak pendek. Tidak ada tanda tak normal pada paru-paru.

Hari ke dua: Sakit tenggorokan, batuk dan sakit kepala berkurang. Napas tidak pendek atau nyeri dada.

Baca juga: Idris Elba positif corona, "Aku tak punya gejala apa pun"

Baca juga: Spesialis paru: Periksakan diri segera kalau ada gejala COVID-19


Hari ke tiga: Tidak ada sakit kepala atau sakit tenggorokan. Kemarin, batuk masih ada, masih tidak ada nyeri dada dan napas pendek. Mulai diare tetapi batuknya membaik.

Hari ke empat: Batuk lebih sering, kelelahan (sangat parah), masih tidak ada dispnea atau nyeri dada.

Hari ke lima: Batuk dan lelah berkurang, masih tidak ada nyeri dada.

Hari ke enam: batuk berkurang, agak lelah, masih tidak ada dispnea. Tidak ada demam. Saturasi oksigen 98 persen (presentase hemoglobin yang berikatan dengan oksigen. Normalnya antara 95-100 persen).

Hari ke tujuh: Batuk dan lelah jadi memburuk lagi, tidak ada nyeri dada, tidak demam, tingkat saturasi oksigen 96 persen.

Hari ke delapan: Batuk berkurang dan lemas, masih tidak ada nyeri dada atau gejala berbahaya, tidak demam dan saturasi oksigen 96 persen.

Hari ke sembilan: Merasa lebih baik. Batuk lebih sering. Tidak ada nyeri dada dan tanda-tanda berbahaya. Tidak demam. Tingkat saturasi oksigen 97 persen.

Hari ke-10: Lelah berkurang, tapi batuk lebih sering, ageusia (tidak bisa mengecap rasa) dan anosmia (tidak bisa mencium bau). Tidak ada nyeri dada atau tanda berbahaya. Tidak demam. Tingkat saturasi oksigen 97 persen.

Hari ke-11: Lelah dan batuk berkurang. Tidak ada gejala dispnea atau tanda berbahaya. Tidak ada demam. Saturasi oksigen 98 persen.

Hari ke-12: Merasa lebih baik, gejala batuk, mual dan diare. Tidak ada nyeri dada. Tidak demam. Tingkat saturasi oksigen 98 persen.

Hari ke-13: batuk ringan, lemas, mual dan diare. Tidak ada gejala dispnea atau tanda berbahaya. Tidak ada demam. Tingkat saturasi oksigen 97 persen.

Hari ke-14: Lebih sedikit gejala - batuk, lemas, mual, sakit kepala ringan. Nafsu makan, kemampuan mencium bau. Tidak ada demam atau dispnea. Saturasi oksigen 98 persen.

Baca juga: Jatuh bangun kondisi pasien corona, gejala membaik lalu memburuk

Baca juga: Pasien corona ini ungkap penyakitnya berbeda dari flu, seperti apa?

Baca juga: WHO: Hindari konsumsi ibuprofen untuk obati gejala virus corona

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bertambah 83 kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar