Festival Batang Agam Sumbar diundur sampai situasi memungkinkan

Festival Batang Agam Sumbar diundur sampai situasi memungkinkan

Ilustrasi - Anak-anak bermain di depan Rumah Gadang, Kampung Adat Balai Kaliki, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Sabtu (11/1/2020). Balai Kaliki yang memiliki puluhan rumah gadang tua tersebut, tahun ini resmi dinobatkan sebagai kampung adat dan menjadi ikon baru sebagai destinasi wisata di kota Payakumbuh. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/pd

Festival ini bertujuan untuk mempromosikan Batang Agam sebagai sebagai salah satu objek wisata baru di kota tersebut
Payakumbuh, Sumbar (ANTARA) - Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat,  resmi mengundurkan jadwal Festival Batang Agam, yang semula direncanakan pada 26-27 Maret 2020 sampai situasi memungkinkan.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh Andiko Jumarel  di Payakumbuh, Sumbar, Senin, mengatakan Festival Batang Agam di Kawasan Sungai Pinago, Kecamatan Payakumbuh Barat itu ditunda karena pandemi COVID-19.

Disparpora Payakumbuh bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) telah memutuskan untuk menunda kegiatan tersebut.

"Festival ini bertujuan untuk mempromosikan Batang Agam sebagai sebagai salah satu objek wisata baru di kota tersebut. Setelah rapat dengan BWSS V beberapa waktu lalu, sementara diputuskan untuk ditunda ke tanggal 2-3 April 2020," kata dia.

Jadwal 2-3 April itu juga belum keputusan final, karena Disparpora bersama BWSS V masih akan memantau perkembangan terkini penyebaran COVID-19.

"Nanti segala sesuatunya akan diputuskan pada rapat evaluasi yang akan dilaksanakan pada 31 Maret. Jadi penundaan ke tanggal 2-3 April masih belum final," ujarnya.

Ia mengatakan sebelum pandemi COVID-19 menyebar di Indonesia, kawasan Batang Agam memang jadi salah satu objek wisata primadona baru di Kota Payakumbuh. Meski belum diresmikan, hampir ribuan warga memadati lokasi tersebut pada sore hari.

"Saat ini, sesuai perintah pimpinan, kawasan Batang Agam juga telah kita tutup dan tidak dapat diakses oleh masyarakat untuk sementara waktu," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan penutupan terhadap sejumlah objek wisata berbayar di daerah itu seperti Kolam Renang Ngalau Indah dan Puncak Marajo di kawasan Ngalau Indah.

"Kawasan wisata Ngalau Indah sudah kita tutup dan Panorama Ampangan juga sudah kami tutup," sebutnya.

Baca juga: Pemerintah dan TNI-Polri antisipasi corona di Payakumbuh
Baca juga: Pesta rakyat habiskan 17.500 porsi makanan dari Pemkot Payakumbuh

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kronologi kerusuhan di Pasar Payakumbuh

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar