Pemerintah tetapkan penjualan sukuk ritel SR012 sebesar Rp12,1 triliun

Pemerintah tetapkan penjualan sukuk ritel SR012 sebesar Rp12,1 triliun

Petugas menyampaikan penjelasan kepada pengunjung saat menghadiri Green Sukuk Investor Day di Jakarta, Sabtu (16/11/2019). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama.

hasil pemesanan itu melebihi total target penjualan 28 mitra distribusi sebesar Rp7,66 triliun
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menetapkan hasil penjualan sukuk ritel seri SR012 sebesar Rp12,14 triliun dengan jumlah jangkauan investor di seluruh Indonesia mencapai 23.952 investor.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Senin, menyatakan hasil pemesanan itu melebihi total target penjualan 28 mitra distribusi sebesar Rp7,66 triliun.

Dari jumlah investor tersebut, sebanyak 8.136 investor atau (33,97 persen) merupakan generasi milenial dan 88 investor adalah generasi Z atau di bawah 19 tahun dengan nilai pembelian Rp3,56 miliar.

Investor baru untuk instrumen ini tercatat mencapai 9.743 investor atau 40,68 persen, yang didominasi oleh generasi milenial sebanyak 3.856 investor atau 39,58 persen.

Berbagai faktor yang mempengaruhi tingginya minat investor terhadap obligasi ritel ini antara lain penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia 7DRR, tingginya minat terhadap penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), strategi pemasaran yang tepat dan intensif serta kupon yang masih kompetitif.

Dari sisi profesi, kelompok wirausaha mendominasi pemesanan SR012 yaitu hingga 7.532 investor atau 31,45 persen dengan volume terbanyak yaitu Rp5,57 triliun atau 45,89 persen.

Proporsi jumlah investor dari PNS/TNI/Polri (7,3 persen) tercatat mengalami peningkatan dari pembelian SR011 (5,19 persen) dan ORI016 (6,27 persen).

Berdasarkan wilayah, Indonesia Bagian Barat selain DKI Jakarta masih mendominasi pemesanan yaitu mencapai 14.056 investor atau 58,69 persen dengan total volume Rp6,51 triliun atau 53,61 persen.

Namun, volume pemesanan di Indonesia Bagian Tengah sebanyak 10,16 persen mengalami kenaikan dari pemesanan SR011 (7,55 persen) dan ORI016 (8,03 persen).

Demikian juga, proporsi jumlah investor di wilayah Indonesia Tengah sebesar 9,2 persen mengalami peningkatan dari investor SR011 (8,18 persen) dan ORI016 (7,95 persen).

Secara keseluruhan, rata-rata volume pemesanan SR012 sebesar Rp506,96 juta mempunyai tingkat keritelan yang lebih baik dari SR011 sebesar Rp602,96 juta.

Dalam kesempatan ini, juga tercatat adanya 933 investor yang membeli dengan nominal terendah Rp1 juta dan 154 investor yang membeli melalui daring.

Sementara itu, mitra distribusi yang mencatat nominal penjualan terbesar untuk bank konvensional adalah PT Bank Central Asia sebesar Rp1,96 triliun dengan investor mencapai 4.894 investor.

Untuk bank syariah, penjualan terbesar dicatatkan oleh Bank Syariah Mandiri Rp316,9 miliar, untuk perusahaan efek PT Trimegah Sekuritas Indonesia Rp149,3 miliar dan untuk tekfin PT Bareksa Portal Investasi Rp18,2 miliar.

Dengan penerbitan SR012, maka hingga Maret 2020, pemerintah telah menerbitkan dua intrumen Surat Berharga Negara (SBN) Ritel yaitu SBR009 dan SR012 dengan total penerbitan Rp14,39 triliun.

Penerbitan SBN Ritel itu merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik serta memperluas basis investor, khususnya investor ritel.

Baca juga: Pemerintah jual SR012 dengan tingkat imbalan 6,3 persen
Baca juga: Pemerintah tetapkan hasil penjualan sukuk ritel ST006 Rp1,45 triliun
Baca juga: Tanamduit siap dukung penjualan sukuk negara ritel

 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar