Sosiolog sebut pencegahan penularan COVID-19 harus jadi prioritas

Sosiolog sebut pencegahan penularan COVID-19 harus jadi prioritas

Dokumentasi - Pengamat Pendidikan dan Sosial, Imam B. Prasodjo memaparkan Diskusi Pendidikan dengan thema " Perluasan Akses dan Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi di Indonesia" yang dihadiri wartawan ibukota , di Jakarta. FOTO ANTARA/R.Sukendi/Koz/hp/pri.

Kalau kita gagal mencegah, kita akan dilanda "tsunami pasien", tenaga medis kita akan kewalahan dan rumah sakit tidak akan bisa menampung pasien
Jakarta (ANTARA) - Sosiolog yang juga dosen Universitas Indonesia (UI) Imam B Prasodjo mengatakan pencegahan penularan COVID-19 yang disebabkan virus corona harus menjadi prioritas di masyarakat saat ini.

"Kalau kita gagal mencegah, kita akan dilanda 'tsunami pasien', tenaga medis kita akan kewalahan dan rumah sakit tidak akan bisa menampung pasien," kata Imam saat jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin.

Ia mengatakan bahwa infeksi virus corona yang semakin menyebar telah menyebabkan tenaga medis kewalahan. Karena itu, yang bisa dilakukan setiap individu saat ini adalah mempertahankan diri agar virus corona tidak semakin menyebar di keluarga, tetangga dan masyarakat.

Menurut Imam, saatnya melakukan disiplin diri dan disiplin sosial untuk saling mengingatkan. Tanggung jawab sosial terhadap pribadi dan keluarga menjadi suatu hal yang penting.

"Ayat-ayat Tuhan yang saat ini digelar di seluruh dunia telah menjadi ayat-ayat yang nyata. Kita harus mengedepankan akal untuk melindungi diri," katanya.

Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona adalah menjaga jarak fisik, menutup mulut saat bersin atau batuk dengan siku atau masker, serta mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

"Hanya pada saat kritis ini kita disiplin, kita bisa mencegah orang-orang di sekitar kita tertular. Mudah-mudahan negeri ini segera bangkit setelah virus ini berhenti," katanya.

Ia mengatakan korban yang dinyatakan positif COVID-19 hingga yang meninggal dunia maupun sembuh sudah semakin banyak. Hal itu sangat merepotkan tenaga medis, sehingga dari kalangan dokter pun muncul korban.

"Dari kalangan dokter sudah berjatuhan. Kalau tidak diberi peralatan terbaik untuk melindungi diri dan pasien, mereka akan semakin banyak yang berjatuhan," demikian  Imam B Prasodjo.


Baca juga: Sosiolog: Kohesivitas sosial perlu ditingkatkan hadapi COVID-19

Baca juga: Imam Prasodjo sarankan tiga pertahanan untuk mencegah COVID-19

Baca juga: Sosiolog nilai imbauan tidak mudik sudah tepat cegah COVID-19


 

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemenkes pangkas proses verifikasi tenaga kesehatan demi penyerapan anggaran COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar