Pemerintah kaji skema bantuan untuk PMI pulang ke Indonesia

Pemerintah kaji skema bantuan untuk PMI pulang ke Indonesia

Pekerja migran Indonesia menunjukkan tanda pengenal deportasi ketika dilakukan pendataan kesehatan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (24/3/2020). Sebanyak 81 pekerja migran Indonesia di deportasi melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre pasca diberlakukannya "Lockdown' atau penutupan pintu perbatasan oleh Pemerintah Malaysia. ANTARA FOTO/M N Kanwa/nz

sampai pertengahan April secara bertahap masih ada pemulangan
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah mengkaji beberapa skema untuk pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Tanah Air karena negara penempatan melakukan lockdown atau karantina wilayah karena COVID-19.

"Masih dalam tahap penggodokan. Tapi, masih dalam kajian, PMI yang akan pulang mengikuti asuransi BPJS Ketenagakerjaan sebelum berangkat. Artinya jelas kalau mereka terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) berarti bisa diarahkan untuk mengajukan klaim," kata kata Kepala Biro Humas Kemnaker Soes Hindharno, merujuk kepada lembaga yang juga memiliki nama BPJAMSOSTEK itu.

Rencana kebijakan itu memang hanya berlaku untuk para pemilik premi. Untuk yang tidak, menurut Soes ketika dihubungi dari Jakarta pada Senin, sedang dipertimbangkan untuk menggunakan skema Kartu Pra-Kerja.

Kartu itu sebelumnya direncanakan untuk program pelatihan dan pembinaan individu yang belum memiliki keterampilan.

Tapi Presiden Joko Widodo pada Selasa lalu (24/3) mengatakan akan menggunakan Kartu Pra-Kerja dalam merealisasikan anggaran Rp10 triliun untuk mengantisipasi lonjakan angka pengangguran akibat perusahaan melakukan PHK di tengah pandemi COVID-19.

"Akan segera dimulai Kartu Pra-Kerja implementasinya mengantisipasi para pekerja yang kena PHK," kata Presiden saat itu dalam rapat terbatas dengan gubernur di seluruh Indonesia.

Baca juga: 32.192 pekerja Indonesia pulang dari negara terdampak COVID-19

Baca juga: Ribuan TKI terkena "lockdown" Malaysia akan pulang via Pelabuhan Dumai

Menurut Soes, segala kemungkinan itu masih dalam tahap pengkajian dan belum ada skema yang disahkan untuk menghadapi gelombang kedatangan PMI dari luar negeri.

Kedatangan PMI dari negara-negara terdampak COVID-19 sendiri sudah mulai terjadi dengan jumlah terbanyak datang dari Malaysia, yang memberlakukan lockdown.

"Informasi yang kami terima bahwa diperkirakan sampai pertengahan atau minggu ketiga April secara bertahap masih akan ada pemulangan terus," kata Soes.

Menurut data dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sampai dengan 29 Maret 2020 sudah tercatat 32.192 pekerja Indonesia yang kembali dari negara-negara terdampak wabah COVID-19.

Perinciannya adalah 11.566 kembali dari Malaysia, 9.075 dari Hongkong, 5.487 pekerja kembali dari Taiwan, 2.799 dari Singapura, 889 dari Brunei Darussalam, 888 dari Arab Saudi, 756 dari Korea Selatan, 641 dari Italia , 46 orang dari Jepang dan 45 orang dari Amerika Serikat.

Baca juga: Kemnaker antisipasi kepulangan pekerja migran RI terkait COVID-19

 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden ingin keselamatan petugas dan pemilih terjamin di Pilkada 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar