AS perpanjang "social distancing", indeks Dow melonjak hampir 700 poin

AS perpanjang "social distancing", indeks Dow melonjak hampir 700 poin

Illustrasi - Para pialang sedang bekerja di Bursa Saham New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/pri.

Indeks Dow Jones melonjak 690,7 poin atau 3,19 persen menjadi 22.327,48 poin
New York (ANTARA) - Saham-saham di bursa Wall Street jauh lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan indeks Dow Jones melonjak hampir 700 poin setelah negara itu memperpanjang langkah-langkah jaga jarak sosial (social distancing) untuk mengekang penyebaran virus corona.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 690,7 poin atau 3,19 persen menjadi ditutup di 22.327,48 poin.

Sementara, indeks S&P 500 bertambah 85,18 poin atau 3,35 persen, menjadi berakhir pada 2.626,65 poin dan Komposit Nasdaq ditutup naik 271,77 poin atau 3,62 persen  menjadi 7.774,15 poin.

Baca juga: Wall Street tumbang setelah AS duduki peringkat teratas dunia COVID-19

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor perawatan kesehatan dan teknologi masing-masing terangkat 4,67 persen dan 4,23 persen, melampaui sektor lainnya.

Presiden AS Donald Trump pada Minggu (29/3/2020) memperpanjang pedoman jaga jarak sosial nasional hingga April, di tengah peringatan bahwa jumlah korban jiwa dari COVID-19 di negara itu mungkin melebihi 100.000.

Trump mengatakan bahwa pedoman yang ditujukan untuk memperlambat penyebaran virus corona itu akan diperpanjang hingga 30 April, jauh lebih lama dari rencana sebelumnya hingga menjelang libur Paskah.

Presiden Trump pada Jumat (27/3/2020) menandatangani rancangan undang-undang stimulus dua triliun dolar AS, paket stimulus terbesar dalam sejarah AS, dalam upaya untuk menyelamatkan ekonomi yang dihancurkan oleh COVID-19.

RUU itu, yang bertujuan melindungi ekonomi dari kerusakan COVID-19, akan memberikan pinjaman darurat bagi usaha kecil, keringanan pajak bisnis, tunjangan pengangguran yang diperluas, pembayaran langsung 1.000 dolar plus untuk pekerja Amerika, bantuan pemerintah untuk industri seperti maskapai penerbangan dan hotel, serta lebih banyak dukungan untuk rumah sakit dan pemerintah negara bagian dan daerah.

Hingga Senin (30/3/2020) pukul 03.00 Waktu AS Bagian Timur (19.00 GMT), ada lebih dari 153.000 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di Amerika Serikat, dengan 2.828 kematian, menurut data dari Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) di Universitas Johns Hopkins.

Wall Street mencatat kenaikan mengesankan dalam pekan yang berakhir 27 Maret, dengan Dow melonjak 12,8 persen, kenaikan satu minggu terkuat sejak 1938. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing terangkat 10,3 persen dan 9,1 persen, untuk pekan yang sama.

Baca juga: Harga minyak jatuh, dekati 20 dolar di tengah kekhawatiran permintaan
Baca juga: Emas berjangka jatuh lagi 10,9 dolar, tertekan penguatan dolar AS

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mengelola investasi di masa pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar