KBRI Phnom Penh terapkan sistem "kerja dari rumah" cegah COVID-19

KBRI Phnom Penh terapkan sistem "kerja dari rumah" cegah COVID-19

Konferensi pers kebijakan kerja dari rumah untuk ASN, di Jakarta, Senin (30/3/2020). (Kemenpan-RB)

Sejak minggu lalu, KBRI Phnom Penh sudah mengurangi staf bekerja di kantor dan meminta staf bekerja dari rumah (WFH) secara bergantian (sistem piket) untuk mengurangi kontak fisik dalam rangka mencegah penyebaran virus corona (COVID-19)
Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh menerapkan "kerja dari rumah" atau populer dengan istilah "work from home" (WFH) secara bergantian untuk melayani kebutuhan kekonsuleran 2.838 warga negara Indonesia di Kamboja, demikian keterangan kepala perwakilan saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.

"Sejak minggu lalu, KBRI Phnom Penh sudah mengurangi staf bekerja di kantor dan meminta staf bekerja dari rumah (WFH) secara bergantian (sistem piket) untuk mengurangi kontak fisik dalam rangka mencegah penyebaran virus corona (COVID-19)," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamboja, Sudirman Haseng, saat dihubungi melalui pesan singkat.

KBRI Phnom Penh sejak 13 Maret sampai batas waktu yang belum ditentukan mewajibkan seluruh warga negara Indonesia untuk membuat janji temu sebelum mengajukan layanan pengurusan dokumen kekonsuleran, keimigrasian, dan laporan perlindungan terhadap WNI.

Baca juga: Bayi empat bulan asal Prancis jadi pasien corona di Kamboja
Baca juga: Kamboja larang masuk para pengunjung dari lima negara akibat corona


"(Janji temu dibuat) guna mengurangi interaksi langsung dengan cara melakukan pendaftaran ke nomor Whatsapp maupun Telegram (+855) 61 844 661 sebelum datang ke kantor layanan konsuler di KBRI Phnom Penh," kata kantor perwakilan RI itu dalam pernyataan tertulis pada 19 Maret.
Janji temu itu dibuat dengan mengirimkan pesan singkat berisi nama, nomor paspor, keperluan, dan hari/tanggal berkunjung ke nomor Whatsapp dan Telegram KBRI Phnom Penh.

Menurut Dubes Sudirman, sebagian besar warga negara Indonesia di Kamboja menetap di wilayah Phnom Penh, Chrey Thom, Bavet, Poipet, Sihanoukville, dan Siam Reap.

"Selama darurat COVID-19, KBRI senantiasa menjalin komunikasi langsung dengan WNI (di Kamboja, red)," ujar dia.

Sejauh ini, ada dua warga negara Indonesia dinyatakan positif COVID-19 di Kamboja dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit Siem Reap Referral Hospital.

Dua pasien itu merupakan penduduk yang telah menetap di Poipet sejak 2015, demikian keterangan KBRI Phnom Penh. Poipet merupakan kota di wilayah perbatasan Kamboja dan Thailand.

Kementerian Kesehatan Kamboja melalui pernyataan tertulis melaporkan jumlah pasien positif COVID-19 per Senin (30/3) mencapai 107 orang dan 23 di antaranya telah dinyatakan sembuh. Sementara itu, catatan Worldometers, laman penyedia data statistik independen, menunjukkan per Selasa (31/3), jumlah pasien COVID-19 di Kamboja bertambah dua sehingga totalnya 109 jiwa.

Otoritas di Kamboja belum melaporkan kasus kematian akibat COVID-19.

Baca juga: WNI positif COVID-19 di Kamboja masih dirawat di RS, kondisinya stabil
Baca juga: PM Kamboja perintahkan penutupan kasino saat kasus corona meningkat

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menuju normal baru, Pemkot Banjarmasin perketat pengawasan pusat keramaian

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar