Hasil paripurna wagub DKI dinilai cermin kondisi politik nasional

Hasil paripurna wagub DKI dinilai cermin kondisi politik nasional

Cawagub DKI Jakarta Nurmansjah Lubis (kiri) dan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin (kanan) memberikan pernyataan pada awak media usai paripurna pemilihan dan penetapan Wagub DKI Jakarta yang dimenangkan oleh Ahmad Riza Patria (Gerindra) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (6/4/2020). (Antara/Ricky Prayoga)

Di tingkat nasional PKS oposisi sendirian, maka ada dampaknya juga dalam perpolitikan di DKI
Jakarta (ANTARA) - Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta menyebut hasil sidang paripurna pemilihan dan penetapan wakil gubernur DKI Jakarta merupakan cerminan kondisi konstelasi politik nasional saat ini.

"Jadi inilah hasil dari paripurna, DKI Jakarta ini adalah Ibu Kota dan biasanya perpolitikannya  tidak jauh berbeda di tingkat nasional. Di tingkat nasional PKS oposisi sendirian, maka ada dampaknya juga dalam perpolitikan di DKI, sebagaimana kita lihat hasil paripurna pemilihan Wagub hari ini," kata Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin di Jakarta, Senin.

Dia menjabarkan, dari perolehan dalam sidang paripurna itu, Nurmansjah yang merupakan kader PKS, mendapatkan suara sebanyak 17 dan diprediksi 16 di antaranya berasal dari jumlah kadernya yang berada di DPRD DKI Jakarta.

Hal tersebut, kata Arifin, dikarenakan hampir semua partai di Ibu Kota, kebijakan yang diambil sangat tergantung pada kebijakan di tingkat pusat, termasuk PKS sendiri.

Baca juga: PKS nilai paripurna DPRD Wagub DKI ada yang "berbeda"

PKS sendiri di tingkat wilayah memiliki tiga lembaga yakni Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW), Eksekutif Partai dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) yang kemudian bersatu menjadi Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW).

"Jadi kebijakan ketiga lembaga, tidak bisa diambil kalau saya sebagai ketua DPTW dan MPW tidak menyetujui. Namun kebijakan DPTW ini harus berdasarkan arahan DPP, enggak bisa mengambil kebijakan sendiri," ucap Arifin.

"Jadi saya melihat kemungkinan seperti itu karena dampak di tingkat nasional. PKS kan sendirian jadi oposisi," ucapnya.

Baca juga: Anies tunggu pelantikan Wagub DKI Jakarta terpilih

Ahmad Riza Patria menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih berdasarkan suara yang dihitung dalam pemilihan Wakil Gubernur DKI oleh DPRD DKI Jakarta dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI, Senin.

"Nomor urut satu Ir Ahmad Riza Patria dengan nomor urut satu, dengan jumlah 81 suara," kata Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) wakil gubernur DKI Farazandi Fidinansyah dalam rapat yang disiarkan langsung melalui siaran langsung laman YouTube Pemprov DKI Jakarta.

Dalam penghitungan hasil suara, Riza Patria mendapatkan 81 suara dari 100 suara yang hadir. Sedangkan Nurmansjah Lubis hanya mendapatkan 17 suara serta dua surat suara dinyatakan tidak sah setelah proses penghitungan berakhir.

Baca juga: PKS nilai paripurna wagub dipaksakan walau tidak sesuai tatib

"Kami PKS menerima hasil ini dan berharap wagub terpilih bisa membantu Gubernur Anies dalam setiap permasalahan yang ada di Jakarta, termasuk soal COVID-19," ucapnya.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemilihan Wagub DKI Jakarta tetap tanggal 23 Maret

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar