Operasi pasar perlu diperbanyak menjelang puasa-lebaran

Operasi pasar perlu diperbanyak menjelang puasa-lebaran

Ilustrasi - Sawah, prasarana penting penghasil beras, komoditas pangan pokok warga. Beras merupakan salah satu komoditas yang layak untuk dilakukan operasi pasar dalam rangka menjual bahan pangan pokok yang lebih terjangkau oleh masyarakat. (en.wikipedia.org)

Sebagian masyarakat mulai terkena gelombang PHK dan dirumahkan tapi mereka juga harus membeli kebutuhan beras, gula dan minyak goreng. Bulog harus bisa melakukan operasi pasar untuk menciptakan stabilitas harga,
Jakarta (ANTARA) - Program operasi pasar dalam rangka menjual sejumlah komoditas dengan harga yang stabil perlu diperbanyak menjelang masa puasa dan lebaran untuk membantu masyarakat, terutama dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Anggota Komisi IV DPR RI Muslim dalam rilis di Jakarta, Jumat, menyatakan bahwa operasi pasar dapat menciptakan stabilitas harga kebutuhan pokok.

Menurut politikus Fraksi Partai Demokrat itu, operasi pasar dapat mencegah pihak tertentu mengambil keuntungan besar di tengah situasi pandemi ini.

Baca juga: Pemerintah operasi pasar kembalikan harga gula ke Rp12.500 per kg

"Sebagian masyarakat mulai terkena gelombang PHK dan dirumahkan tapi mereka juga harus membeli kebutuhan beras, gula dan minyak goreng. Bulog harus bisa melakukan operasi pasar untuk menciptakan stabilitas harga," katanya.

Muslim juga mendorong Perum Bulog dalam kapasitasnya selaku BUMN untuk turut serta mengajak mitra kerja BUMN lain menghibahkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat
​​​​​
Ia menyarankan CSR dari BUMN tersebut bisa berupa sembako maupun alat-alat yang dibutuhkan dalam rangka mencegah serta penanganan wabah corona.
​​
Terkait operasi pasar, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan pemerintah melakukan operasi pasar untuk memenuhi pasokan gula pasir di pasar tradisional agar kenaikan harga yang terjadi saat ini ke kisaran Rp18.000 per kilogram, bisa turun ke harga normal di kisaran Rp12.500 per kilogram.

Airlangga, usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo, melalui telekonferensi dari Istana Kepresidenan, Bogor, Kamis, mengatakan pemerintah telah memasok gula pasir ke pasaran sebanyak 20 ribu ton yang berasal dari Dumai, Riau, kemudian 33 ribu ton dari Riau, dan 250 ribu ton dari industri rafinasi.

Total terdapat 303 ribu ton gula pasir yang sudah dipasok ke pasar dalam negeri.

Baca juga: DKI tunda operasi pasar murah antisipasi COVID-19

Airlangga mengatakan di ritel modern, harga gula pasir terpantau di kisaran Rp12.500 per kilogram. Namun di pasar tradisional, terjadi kenaikan harga ke kisaran Rp18.000 per kilogram.

“Satgas pangan memonitor, stok diharapkan distribusinya bisa lebih lancar walaupun di beberapa tempat pasar tradisional harga masih Rp18.000 per kilogram. Jangan sampai ada rembesan dari yang menjual di harga Rp12.500 per kilogram kemudian dijual di pasar tradisional lebih tinggi,” ujar Airlangga dalam rapat mengenai persiapan Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian terus menggelar pasar murah dengan menyediakan bahan pangan pokok di Toko Tani Indonesia (TTI) dengan harga terjangkau sesuai acuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi menjelaskan bahwa dalam setiap gelaran pasar murah tersebut, Kementan tetap menerapkan "physical distancing" dengan pembatasan konsumen di ruangan dan antre berjarak.

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Operasi pasar tekan harga gula pasir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar