Presiden Jokowi perintahkan perbaikan sistem rujukan RS COVID-19

Presiden Jokowi perintahkan perbaikan sistem rujukan RS COVID-19

Presiden RI Joko Widodo memimpin Rapat Terbatas melalui video conference dari Istana Merdeka, Jakarta. ANTARA/Sekretariat Presiden/pri.

Perbaiki sistem rujukan dan manejemen penanganan di RS ini untuk mengatasi 'overcapacity' dari RS rujukan yang kita miliki.
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo memerintahkan perbaikan sistem rujukan rumah sakit yang menangani COVID-19.

"Perbaiki sistem rujukan dan manejemen penanganan di RS ini untuk mengatasi overcapacity dari RS rujukan yang kita miliki," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas dengan tema "Laporan Tim Gugus Tugas Covid-19" melalui video conference bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin, para menteri Kabinet Indonesia Maju serta Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (COVID-19) sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

"Ini betul-betul manajemennya harus diatur betul, mana yang sedang dan ringan mana yang berat yang memerlukan penanganan intensif di rumah sakit," ungkap Presiden.

Baca juga: Presiden Jokowi evaluasi penerapan PSBB

Pemerintah menyiapkan 132 rumah sakit rujukan infeksi virus corona di 34 provinsi. Penetapan rumah sakit tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No HK.01.07/MENKES/169/2020 tentang Penetapan Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu.

Ada juga RS darurat yang dipersiapkan untuk menangani pasien dengan kategori ringan dan sedang, yaitu RS Darurat Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta.

"Saya juga sangat mengapresiasi cara-cara konsultasi medis dengan menggunakan teknologi dan ini saya kira harus lebih diperbesar dikembangkan lagi yaitu telemedicine agar ini terus ditingkatkan jumlahnya sehingga kontak antara pasien dan dokter bisa dikurangi," kata Presiden.

Hingga Minggu (19/4), jumlah positif COVID-19 di Indonesia mencapai 6.575 kasus dengan 686 orang dinyatakan sembuh dan 582 orang meninggal dunia dengan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 15.646 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 178.883 orang.

Baca juga: Presiden: Pemerintah tak bisa kerja sendirian tangani COVID-19

Kasus positif COVID-19 ini sudah menyebar di seluruh 34 provinsi di Indonesia dengan daerah terbanyak positif adalah DKI Jakarta (3.032), Jawa Barat (696), Jawa Timur (590), Sulawesi Selatan (370), Jawa Tengah (349), Banten (324), Bali (135), Papua (107), Kalimantan Selatan (96), Sumatera Selatan (89), dan Sumatera Utara (81)

Berdasarkan data dari situs Worldometers, hingga Senin (20/4) pagi terkonfirmasi di dunia ada 2.407.339 orang yang terinfeksi virus corona dengan 165.069 kematian, dan 625.127 orang di antaranya dinyatakan sembuh.

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Denpasar lanjutkan isolasi di hotel bagi pasien COVID-19 tanpa gejala

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar