Lebih dari seribu KUKM terdampak COVID-19 diajak ikuti Sparc Campus

Lebih dari seribu KUKM terdampak COVID-19 diajak ikuti Sparc Campus

Ilustrasi. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (kedua kiri) didampingi Ketua Umum Koperasi Simpan Pinjam Jasa Andy Arslan Djunaid (ketiga kiri) meninjau produk UMKM yang dipamerkan saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam Jasa di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (14/3/2020). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/wsj.

Kita percaya tempat ini mampu mengajak UKM Indonesia ke kualitas yang lebih baik di masa depan
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) atau Smesco Indonesia membuka Program Dukungan daring bagi pelaku koperasi dan UKM terdampak pandemi COVUD-19 untuk mengikuti Sparc Campus.

Program ini telah berjalan selama dua minggu, dimulai sejak awal April, masing-masing 5 kali dalam sepekan dan ke depan Smesco akan membuka kerja sama dengan Telkomsel untuk memperluas jangkauan komunikasinya.

"Kita percaya tempat ini mampu mengajak UKM Indonesia ke kualitas yang lebih baik di masa depan. Jadi tugasnya adalah mendampingi yang sekarang, sekaligus menginkubasi ‘future’ UKM untuk masa depan," Direktur Utama Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata di Jakarta, Selasa.

Sparc Campus menggandeng para tenaga ahli di bidangnya, di antaranya Sadikin Gani yang membidangi fesyen, Eka Prawira di bidang Online Marketing/e-commerce, Agung Darmawan di bidang Legalitas/Perizinan, Avianti Armand di bidang Kriya, Janice Widjaja di bidang Business Development, Illona Gunawan di bidang Pajak dan Pembiayaan, dan Ade Putri Paramadita di bidang Kuliner.

Program Dukungan yang sudah berjalan secara online melalui zoom dan media sosial Smesco Indonesia, baik YouTube, Facebook, dan website tersebut mendapat respon positif dari para pelaku KUKM. Mereka mendaftarkan diri melalui tautan yang disebarkan melalui media sosial Smesco Indonesia.

"Sampai hari ini sudah diunggah 13 video ke Youtube dan website, sementara di Facebook live sampai hari ini ada 8 video, karena kami baru mulai (menggunakannya) pada Kamis minggu pertama bulan ini," ujarnya.

Diharapkan Program Dukungan online tersebut dapat meminimalisasi dampak ekonomi bagi para pelaku KUKM, meningkatkan kapasitas SDM, dan membantu para pelaku UKM dalam meningkatkan daya saing produk, yang pada akhirnya dapat mengembangkan bisnis pelaku KUKM hingga mampu menembus pasar global.

Leonard mengatakan, UKM perlu menguatkan eksistensinya dan menjalankan bisnisnya secara berjejaring. Oleh karena itu, salah satu caranya dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di Smesco Indonesia. Ia memastikan akan membantu para pengusaha UKM demi meningkatkan kualitas produk dan penjualan mereka.

"Jadi, selain edukasi, kami akan bantu secara komersial, melalui trading house, sehingga mereka bisa menjadi UKM unggul," kata Leonard.

Total peserta yang ikut dalam program Sparc Campus sementara ini adalah sebanyak 432 UMKM. Program ini mengangkat banyak isu. Dari jumlah peserta yang beragam, bisa dilihat bagaimana dampak pandemi ini terhadap KUKM.

Untuk program “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Industri Fesyen” ada sejumlah 170 UMKM yang jadi peserta, atau setara dengan 39 persen dari peserta keseluruhan. Sebaran wilayahnya meliputi DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, Kepulauan Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Banten, Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, dan Sulawesi Utara.

Pesereta program “Dari Limbah ke Produk Bermakna” berjumlah 41 UMKM, atau setara dengan 10 persen dari peserta keseluruhan.
Sebaran wilayahnya mencangkup Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Peserta program dengan bahasan “Bagaimana F&B Tetap Bergerak di Krisis Pandemi” berjumlah 95 UMKM, atau setara dengan 22 persen dari peserta keseluruhan. Mereka tersebar di DKI Jakarta, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Banten, Sulawesi Utara, dan Lampung.

Untuk program “Perubahan Paradigma Radikal dalam Berproduksi” ada sejumlah 28 UMKM yang jadi peserta, setara dengan 6 persen dari peserta keseluruhan. Sebarannya di Jawa Tengah, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Program “Fasilitas Pajak yang Tersedia Bagi Wajib Pajak yang Terdampak COVID-19” diikuti sejumlah 35 UMKM, atau setara dengan 8 persen dari peserta keseluruhan, yang tersebar mulai dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Tenggara, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau.

Program “Bagaimana Cara Memulai Bisnis Online” diikuti sejumlah 63 UMKM, atau setara dengan 15 persen dari peserta keseluruhan. Mereka tersebar di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Bengkulu, dan Sulawesi Barat.

Leonard mengatakan program itu terbuka bagi siapa saja yang hadir untuk berdiskusi, ataupun berbagi gagasan untuk pengembangan KUMKM.

“Ini sebagai bentuk keterbukaan Kementerian Koperasi dan UKM yang berkomitmen untuk bersama-sama dengan masyarakat memajukan KUMKM, mulai dari pelaku usaha, koperasi, asosiasi pendamping, universitas, kalangan akademisi, institusi pembiayaan, platform e-commerce, payment gateway, inkubator, agregator, komunitas usaha, dan masih banyak lagi,” kata Leonard.

Baca juga: Teten akan desain ulang Smesco agar optimal pasarkan produk UMKM
Baca juga: Demi pengembangan UKM, Kemenkop bikin SME’s Service Center

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar