Paus Fransiskus imbau umat patuhi aturan cegah gelombang kedua corona

Paus Fransiskus imbau umat patuhi aturan cegah gelombang kedua corona

Paus Fransiskus memimpin Misa Santa Marta harian di Vatikan, (27/2/2020). Media / Handout Vatikan via Editor PERHATIAN REUTERS - GAMBAR INI TELAH DISEDIAKAN OLEH PIHAK KETIGA./pri.

Pada hari-hari ini di mana kita mulai memiliki peraturan untuk keluar dari karantina, mari kita berdoa kepada Tuhan bahwa Dia memberi umat-Nya, kita semua, rahmat kehati-hatian dan kepatuhan terhadap peraturan sehingga pandemi tidak kembali
Vatican City (ANTARA) - Paus Fransiskus mendesak orang-orang untuk mematuhi peraturan yang bertujuan mencegah gelombang kedua infeksi yang menghancurkan, ketika para pemimpin negara mulai mengurangi karantina karena virus corona.

Fransiskus berbicara pada awal misa pagi pribadinya setiap hari, pada Selasa, di mana dia menyampaikan komentar pembukaan singkat untuk berbagai tema yang berkaitan dengan virus corona.

Dari Eropa, Amerika Serikat, hingga Asia, para pejabat telah berurusan dengan ketegangan dan kritik akibat perintah tinggal di rumah.

"Pada hari-hari ini di mana kita mulai memiliki peraturan untuk keluar dari karantina, mari kita berdoa kepada Tuhan bahwa Dia memberi umat-Nya, kita semua, rahmat kehati-hatian dan kepatuhan terhadap peraturan sehingga pandemi tidak kembali ," kata pemimpin 1,3 miliar umat Katolik Roma di dunia.

Fransiskus sendiri telah mengarantina diri, dengan acara-acaranya disiarkan melalui internet tanpa partisipasi publik.

Baca juga: Paus awali Pekan Suci di tengah pandemi, sebut ini saatnya melayani
Baca juga: Paus dukung PBB serukan gencatan senjata global untuk fokus ke corona


Komentarnya sangat relevan di Italia, di mana rencana Perdana Menteri Giuseppe Conte untuk mengakhiri secara bertahap karantina paling lama di Eropa telah dikritik oleh mereka yang mengatakan langkah itu terlalu lambat dan terbatas.

Italia, yang pada hitungan 27.000 memiliki jumlah kematian  tertinggi kedua di dunia akibat corona, akan membolehkan  pabrik dan proyek bangunan untuk dibuka kembali, dan mengizinkan kunjungan keluarga terbatas pada tahap pertama dimulai pada 4 Mei.

Seorang gubernur daerah memutuskan hubungan dengan Conte, yang memungkinkan lebih banyak kebebasan bergerak daripada yang diizinkan dalam rencana nasional.

Bahkan para uskup Katolik Italia mengkritik Conte karena tidak mencabut larangan mengadakan misa pada awal pencabutan strategi.

Conte mengatakan dia akan meninjau kembali tuntutan mereka dan membuat rencana segera untuk memungkinkan misa diadakan dalam kondisi aman.

Sumber: Reuters

Baca juga: Jadilah pembawa pesan kehidupan, kata Paus Fransiskus
Baca juga: Pada Jumat Agung, Paus dengar kesedihan tahanan dan korban corona

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

COVID-19 DKI terkini, pasien sembuh bertambah menjadi 8.036 orang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar