Empat pasien positif COVID-19 di Buleleng dinyatakan sembuh

Empat pasien positif COVID-19 di Buleleng dinyatakan sembuh

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Buleleng yang juga Sekda Buleleng Gede Suyasa (ANTARA/HO-Humas Pemkab Tabanan))

Singaraja (ANTARA) - Empat dari 20 orang pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang dirawat di Kabupaten Buleleng, Bali, dinyatakan sembuh, sehingga secara akumulatif pasien positif yang sembuh telah mencapai 17 orang.

"Empat pasien yang sembuh tersebut yakni pasien dengan kode PDP 22, PDP 23, PDP 31, dan PDP 33," kata Sekda Buleleng Gede Suyasa dalam jumpa pers di Singaraja, Buleleng, Rabu.

Menurut Suyasa, kesembuhan semua pasien tersebut tergolong cepat. Rata-rata pasien tersebut hanya dirawat selama satu minggu. Hingga saat ini, masih terdapat 16 pasien yang sedang dirawat di Buleleng.

Baca juga: Difabel di DIY bantu 1.000 masker untuk penanganan COVID-19

Suyasa mengungkapkan, tiga pasien yang sembuh itu berasal dari Kecamatan Tejakula dan satu pasien adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI).

"Selain empat pasien sembuh yang dipulangkan, terdapat empat Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang juga sudah dipulangkan," katanya.

Terkait data perkembangan penanganan COVID-19 di Buleleng pada 6 Mei 2020 menunjukkan bahwa terdapat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkonfirmasi positif di Buleleng secara kumulatif berjumlah 37 orang.

Rincian 37 pasien adalah 16 pasien yang dirawat di Buleleng dan sudah dinyatakan sembuh 17 orang. Pasien yang dirujuk ke RSUP Sanglah sebanyak empat orang dan pasien terkonfirmasi positif yang dirawat di luar Buleleng berjumlah enam orang.

Baca juga: Sepulang dari Jakarta, ibu dan dua anaknya mengisolasi diri ke ladang

Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 95 orang yang terdiri dari ODP yang masih dipantau ada tiga orang, ODP yang sudah selesai masa pantau berjumlah 92 orang.

Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 688 orang dan sudah selesai masa pantau 431 orang, karantina mandiri 243 orang, karantina di SDN Bondalem 13 orang dan karantina di RS Pratama Giri Emas ada satu orang.

Pemantauan juga terus dilakukan kepada pelaku perjalanan daerah terjangkit dan daerah transmisi lokal (tanpa gejala). Secara kumulatif berjumlah 2.958 orang dengan rincian 2.596 orang di antaranya sudah selesai masa pantau selama 14 hari dan sisa yang masih dipantau sebanyak 362 orang.

Ke-362 orang itu terdiri dari pekerja kapal pesiar 226 orang, TKI lainnya terdapat 69 orang, WNA tetap ada tiga orang, pulang dari luar negeri ada empat orang, serta orang yang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia berjumlah 60 orang.

Baca juga: Sumut kirim 38 relawan medis ke Wisma Atlet Jakarta
Baca juga: Pemerintah kejar pemeriksaan 10.000 sampel COVID-19 per hari

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Made Adnyana
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

India buka 3700 obyek wisata, meski kasus COVID-19 dekati 700.000

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar