Jakarta,(ANTARA News) - President World Conference Religious for Peace (Konferensi Agama Dunia untuk Perdamaian), KH Hasyim Muzadi menegaskan, Indonesia bukan negara teroris tapi justru menjadi korban terorisme.

"Teror datang dari luar negeri yang masuk ke Indonesia baik dilakukan langsung maupun dimasukkan melalui pikiran-pikiran orang Indonesia," katanya ketika berbicara pada "Doa Bersama Lintas Agama" di gedung Pelageo Mega Kuningan Jakarta, Senin.

Dikatakannya, aksi teroris bisa masuk ke Indonesia karena adanya kesalahpahaman dan kesalahtafsiran terhadap agama sehingga menimbulkan liberalisme dan eksklusivisme yang kemudian menjadi pembenaran.

Kesalahpahaman dan kesalahtafsiran ini, katanya, yang kemudian terjadi kesalahan penggunaannya, termasuk aksi terorisme.

Ditegaskannya, tidak benar Indonesia adalah negara yang mayoritas berpenduduk muslim adalah negara terorisme.

"Teror bukan agama dan agama tidak mengajarkan teror," kata Hasyim yang juga Ketua Umum PBNU ini.

Pada konferensi negara-negara beragama di Vatikan tiga tahun lalu, kata dia, sudah disimpulkan teror bukan agama.

Ia mencontohkan, aksi kekerasan yang dilakukan umat Kristen di Belfas bukan ajaran agama Kristen. Kekerasan oleh umat Hindu di Ayodya India bukan ajaran agama Hindu. Demikian juga kekerasan umat Buddha di Thailand bukan ajaran agama Buddha.

Dijelaskannya, agama tumbuh di Indonesia bukan melalui kekuasaan dan kekerasan tapi tumbuh dari kesadaran dan kekeluargaan.

"Kesalahan ini harus segera diperbaiki," katanya.(*)

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2009