56 WNA jalani tes cepat COVID-19 di Batam

56 WNA jalani tes cepat COVID-19 di Batam

Puskesmas Sekupang menjadi tempat rapid test bagi WNA yang masuk Batam. ANTARA/Naim

hasilnya 1 orang reaktif
Batam (ANTARA) - Sebanyak 56 orang warga negara asing menjalani pemeriksaan tes cepat COVID-19 (rapid test) di Puskesmas Sekupang Kota Batam Kepulauan Riau, Kamis.

"Hasilnya 1 orang reaktif dan 55 orang lainnya nonreaktif," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi di Batam, Kepulauan Riau, Kamis.

Seorang WNA yang reaktif itu selanjutnya akan diisolasi di hotel sambil menunggu pemeriksaan swab PCR. Rencananya pengambilan sampel tenggorokan itu dilakukan Jumat (15/5).

Sedangkan 55 WNA yang hasil tes cepat COVID-19 negatif, masih akan diinapkan di hotel, menunggu pemulangan ke negara masing-masing. "Masih di hotel, tidak ada perlakuan medis lainnya," kata Didi.

Baca juga: Pemerintah pastikan hanya WNA sehat bisa masuk Batam
Baca juga: Satu anggota Jamaah Tabligh asal India meninggal di Batam


Sebelumnya Didi menjelaskan, seluruh WNA itu adalah anak buah kapal yang masuk ke Batam melalui Pelabuhan Tanjungpinggir Sekupang dan Pelabuhan Sijantung Galang.

Berdasarkan data yang diperolehnya, pada 27 Maret 2020 terdapat 22 WNA dan 29 April 2020 sebanyak 22 orang WNA yang masuk melalui pelabuhan Tanjungpinggir. Kemudian pada 11 Mei kembali masuk 20 orang WNA melalui pelabuhan Sijantung Galang.

"Sebanyak 8 orang di antaranya telah kembali ke negara asal," katanya.

Baca juga: 6 WNA dirawat di RS Galang Batam
Baca juga: WNA terkonfirmasi positif COVID-19 di Batam


Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, Achmad Farchanny menyebutkan seluruh WNA yang menginap di resor itu menjalani karantina mandiri, sambil menunggu jadwal pesawat meninggalkan Batam.

"Kalau kru kapal yang tiba 27 Maret dan 29 April 2020, yaitu MT Maluku Palm dan MT Flores Palm datang dari Singapura. Mereka sudah menjalani karantina 14 hari dan sudah diperiksa petugas kita," kata dia,

Selain itu terdapat satu kapal lagi yang berlabuh yaitu MT Baltic Commodore dengan keagenan PT Snepac, namun awak kapal telah diperiksa petugas bea cukai, imigrasi, karantina dan syahbandar.

Otoritas juga telah menerbitkan dokumen kesehatan (free pratique) pada 5 Mei 2020 di perairan Tanjung Pinggir.

Saat ini kapal berada di perairan Rempang Galang sesuai perintah Syahbandar, karena ada pergantian kru kapal. "Seluruh kru melakukan karantina mandiri di hotel," kata dia.

Baca juga: Batam telusuri perjalanan WNA positif COVID-19
Baca juga: Dinkes Batam pastikan WNA meninggal bukan karena COVID-19

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Imigrasi deportasi dan tolak masuk WNA asal China

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar