Kontribusi sektor properti terhadap PDB Indonesia masih rendah

Kontribusi sektor properti terhadap PDB Indonesia masih rendah

Warga melintas di depan rumah bersubsidi yang sedang dibangun, di Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/5/2020). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.

Kita kontribusi properti terhadap PDB baru 2 persen, itu pada 2019. Jangankan 23 persen, bisa sampai 8 persen saja akan sangat dahsyat pertumbuhan ekonomi Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Real Estat Indonesia (REI) meminta dukungan pemerintah agar kontribusi sektor properti terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang masih rendah bisa meningkat.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Properti Hendro Gondokusumo dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, menjelaskan kontribusi sektor properti Indonesia terhadap PDB masih kecil dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN, yakni hanya 2,77 persen.

Dalam catatan Kadin, kontribusi sektor properti terhadap PDB ASEAN yakni Singapura mencapai 23,34 persen, kemudian Filipina 21,09 persen, Malaysia 20,53 persen, Thailand 8,30 persen.

"Kita kontribusi properti terhadap PDB baru 2 persen, itu pada 2019. Jangankan 23 persen, bisa sampai 8 persen saja akan sangat dahsyat pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya.

Hendro pun berharap pemerintah bisa lebih menaruh perhatian terhadap industri tersebut. Terlebih karena ada 175 sektor industri yang memiliki keterkaitan langsung dan tidak langsung dengan sektor properti.

"Dari 175 sektor industri yang terkait langsung dan tidak langsung dengan sektor properti, maka industri properti memiliki pangsa jumlah permintaan akhir 33,9 persen yang menjadikan industri properti sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional," tambahnya.

Menurut Hendro, angka itu menunjukkan dampak ganda yang tinggi di mana jika sektor properti meningkat akan memiliki dampak langsung pada 33,9 persen sektor yang berkaitan.

"Dengan kontribusi PDB yang masih kecil saja sektor properti nasional memiliki pengaruh yang demikian besar untuk industri ikutannya. Kami harapkan ke depan sektor ini mendapat perhatian lebih, apalagi berkaitan langsung tidak hanya dengan karyawan saja, tetapi dampaknya juga langsung bersentuhan dengan rakyat terutama kaitannya dengan perumahan," kata Hendro.

Baca juga: Apindo sebut 30 juta pekerja properti terancam PHK akibat pandemi

Baca juga: Kadin harap keberlanjutan industri properti jadi perhatian pemerintah

Baca juga: Industri properti kembali bergairah seiring ekonomi tumbuh

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Program menarik, gairahkan industri properti

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar