Pelindung diri dan bergaya, desainer China buat masker berbahan sutra

Pelindung diri dan bergaya, desainer China buat masker berbahan sutra

Ilustrasi masker kain (Pixabay)

Saya harap orang-orang bisa memakai masker saya untuk melindungi mereka, membuat mereka terlihat cantik, membawa keberuntungan, dan menjaga mereka tetap aman
Beijing (ANTARA) - Dihiasi dengan desain rumit anggrek, kamelia, dan huruf-huruf China yang melambangkan keberuntungan, masker sutera penuh gaya yang diciptakan oleh perancang busana Zhou Li telah menjadi barang yang diidamkan selama wabah virus corona.

Zhou, yang memiliki merk fesyennya Dejin baru-baru ini dipamerkan dalam ajang China Fashion Week, sejak Februari telah membuat masker sutera bersulam yang dilengkapi dengan filter udara N95 berkualitas tinggi, memberikan alternatif perlindungan diri bagi mereka yang melek mode.

"Ketika situasi menjadi sangat serius, kami melihat banyak orang perlu mengganti maskernya setiap empat jam," kata Zhou, menjelaskan bagaimana dia menemukan ide untuk membuat masker yang dapat digunakan kembali dan terbuat dari sutera China berwarna-warni.

Sekarang, saat China dan negara-negara lain mencabut aturan pembatasan, Zhou berharap masker akan menjadi kebutuhan di masa mendatang.

Baca juga: Petugas peragaan busana Valentino gunakan masker
Baca juga: Louis Vuitton kembali buka bengkel produksinya untuk jahit masker


Dia telah menyesuaikan masker miliknya untuk digunakan saat musim panas, membuatnya dengan sutera yang lebih tipis yang memungkinkan untuk bernapas lebih baik dalam cuaca yang lebih hangat.

Perempuan berusia 55 tahun, yang merupakan direktur desain di perusahaan Shandong Sunbird Garment, senang menambahkan motif tradisional Tiongkok ke dalam karyanya.

Masker kuning yang ditampilkan di sebuah toko di distrik seni Beijing dan dihiasi dengan anggrek emas, mewakili keluarga yang harmonis dengan kekayaan berlimpah dan banyak anak.

Zhou juga merancang pakaian pelindung pribadi, banyak di antaranya dilengkapi motif bunga, setelah teman-temannya meminta pakaian luar bergaya untuk digunakan selama perjalanan udara.

Perusahaannya dapat memproduksi sekitar 600 masker dalam sehari, dan menjualnya secara daring dengan harga 118 yuan (sekitar Rp250 ribu).

Zhou berencana memasarkan maskernya dengan mengundang influencer untuk berpartisipasi dalam siaran langsung pada platform e-commerce, dan berharap untuk memperluas penjualan di Inggris dan Italia.

"Saya harap orang-orang bisa memakai masker saya untuk melindungi mereka, membuat mereka terlihat cantik, membawa keberuntungan, dan menjaga mereka tetap aman," kata dia.

Sumber: Reuters

Baca juga: Ralph Lauren donasikan ratusan ribu masker dan APD
Baca juga: H&M mulai produksi masker wajah untuk staf medis

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Delapan provinsi jadi prioritas gerakan bermasker

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar