Jakarta (ANTARA News) - Tiga ganda pelatnas pratama membuat kejutan dengan melaju ke babak final setelah menyingkirkan pasangan-pasangan berpengalaman pada semifinal turnamen Astec Indonesia International Challenge 2009.

Pada semifinal yang digelar di Stadion Tennis Indoor Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, ganda campuran Irfan Fadhilah/Weni Anggraini bangkit dari kehilangan game pertama untuk menundukkan pasangan mantan pemain pelatnas Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa 12-21, 21-14, 21-18.

Ganda putri Della Destiara/Ni Made Claudia Ayu Wijaya maju ke final setelah menang atas pasangan Endang Nursugianti/Mona Santoso yang juga pernah menghuni pelatnas, dengan skor kemenangan 21-18, 21-16.

Adapun ganda putra Angga Pratama/Rian Agung Saputra menundukkan pasangan veteran Flandy Limpele/Tri Kusharjanto juga dalam tiga game 22-20, 19-21, 21-15 untuk maju ke babak perebutan gelar turnamen berhadiah total 15.000 dolar AS tersebut.

Pada final, Irfan/Weni akan melawan pasangan Ricky Widianto/Devi Tika yang menyisihkan Alvent Yulianto/Mona Santoso 21-11, 22-20, sedang Della/Claudia bertemu pasangan mantan pemain pelatnas Vita Marissa/Nadia Melati yang menundukkan Nathalia Poluakan/Devi Tika 19-21, 21-11, 21-13.

Sementara Angga/Rian akan menantang unggulan pertama Alvent
Yulianto/Hendra Aprida Gunawan, setelah finalis Filipina Terbuka itu menang atas ganda Malaysia Teo Kok Siang/Goh Wei Shem 21-12, 21-12.

Final tunggal putra mempertemukan unggulan pertama Dionysius Hayom Rumbaka dengan Fauzi Adnan, sementara Fransiska Ratnasari dan Maria Elfira Christina bertemu di final tunggal putri.

Kemenangan pasangan Irfan/Weni atas Hendra/Vita tidak lepas dari
strategi yang diterapkan pasangan tersebut termasuk mempertimbangkan kondisi angin di dalam stadion.

"Dari awal kami memilih lapangan dengan posisi kalah angin lebih dulu untuk game pertama," ujar pelatih ganda pelatnas pratama Namrih Suroto.

Sedang untuk strageti permainan, Namrih meminta pasangan itu lebih mengandalkan pola penempatan bola yang baik daripada mengadu kekuatan karena Hendra mempunyai pukulan yang keras.

"Namun mereka kehilangan game pertama akibat tekanan angin ditambah mereka belum enak mainnya," tambah Namrih.

Soal keberhasilan merebut game kedua, Irfan mengatakan, perpindahan posisi di lapangan membuat mereka diuntungkan angin sehingga berani mengambil inisiatif menyerang.

"Yang penting kuncinya bermain tanpa beban," kata Irfan yang berusaha tidak tertinggal jauh pada game ketiga agar dapat meraih kemenangan.

"Mereka kan senior, tadinya kami cuma ingin tidak kalah jauh. Ingin menjajal kemampuan sampai di mana kami menghadapi pasangan senior, eh.. tidak tahunya malah menang," katanya.

Soal lawan di final, Weni mengatakan, mereka akan belajar dari
kekalahan pada babak 16 besar Sirkuit Nasional Surabaya saat mereka disingkirkan pasangan Ricky/Devi.

"Besok kami bermain lepas saja, karena di Surabaya pekan lalu, mereka bermain sabar sementara kami ingin buru-buru mematikan permainan mereka pada poin-poin kritis tapi malah sering mati sendiri," katanya.

Pada semifinal dan final, penonton di Stadion Tennis Indoor disuguhi pertandingan eksibisi yang menampilkan mantan-mantan bintang bulutangkis Indonesia.

Juara Olimpiade Barcelona Susy Susanti tampil berpasangan dengan Maria Fransisca melawan Verawati Fajrin yang berduet dengan Elizabeth Latief menjadi partai pembuka semifinal.

Sedangkan pada final Sabtu (8/8), Alan Budikusuma akan berpasangan dengan Kartono untuk menghadapi pasangan Icuk Sugiarto/Ricky Subagja.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009