Banda Aceh (ANTARA News) - Lukisan abstrak yang mendokumentasikan peristiwa tsunami 26 Desember 2004 diminati dan dibeli Wakil Gubernur Provinsi Aceh, Muhammad Nazar.

"Saya tertarik dengan lukisan itu, karena saya suka aliran abstrak. Namun, untuk menikmati lukisan abstrak kita harus menggunakan nalar dan imajinasi," kata Nazar pada pameran lukisan di Museum Tsunami Banda Aceh, Minggu sore.

Selain Wakil Gubernur, sejumlah pejabat di jajaran Pemerintahan Aceh juga membeli lukisan karya delapan pelukis asal Aceh yang dipamerkan di salah satu ruang Museum Tsunami, termasuk Wali Kota Banda Aceh, Mawary Nurdin.

Selain lukisan abstrak tersebut, seluruh lukisan juga terjual dengan harga bervariasi, yaitu karya Round Kelana berjudul ketika ikan-ikan menggelepar di pantai, karya Syahirman dengan judul derita tsunami, dan tenda biru karya Mahdi Abdullah.

Seluruh lukisan itu habis terjual, dengan harga bervariasi mulai Rp10 juta hingga Rp25 juta/buah.

Meskipun sudah dibeli, namun lukisn tersebut akan dihibahkan menjadi koleksi museum yang saat ini masih belum terisi, padahal museum itu telah diresmikan sejak Februari 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Lukisan yang dibeli Wagub merupakan karya pelukis Said Akram yang dibuat pada 2007. Lukisan yang menggunakan media cat minyak di atas kanvas berukuran 245x145 cm itu menggambarkan ombak tsunami yang dahsyat pada 2004 dan matahari gelap yang seakan-akan menangis akibat dahsyatnya musibah itu.

"Lukisan ini akan dihibahkan kepada museum, dan menjadi milik seluruh rakyat Aceh. Hal ini merupakan bentuk apresiasi yang tinggi kepada seniman Aceh," katanya.

Said Akram mengaku bangga lukisannya dibeli oleh Wagub Muhammad Nazar. "Wagub memiliki apresiasi yang tinggi terhadap seni. Saya senang lukisan saya bisa menarik minat Wagub," kata Said.

Karya Said merupakan satu-satunya yang beraliran abstrak dari 16 lukisan yang seluruhnya berkisah tentang tsunami yang dipamerkan dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) V.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009