Tak ada tambahan pasien positif COVID-19 di Kabupaten Buleleng-Bali

Tak ada tambahan pasien positif COVID-19 di Kabupaten Buleleng-Bali

Jajaran TNI-Polri di wilayah Buleleng kompak bersama-sama melakukan kegiatan bakti sosial membantu anak-anak yatim-piatu di panti asuhan, sekaligus kompak melakukan pemantauan pada pos-pos keamanan saat pandemi COVID-19 di SIngaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (21/5/2020). (FOTO Antara News Bali/Made Adnyana/2020)

Singaraja (ANTARA) - Pasien positif COVID-19 yang sembuh di Buleleng terus bertambah menjadi 33 dari 60 orang yang positif, sedangkan tambahan kasus baru tidak ada alias 0 kasus.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Jumat, menjelaskan pasien yang dinyatakan sembuh pada Kamis (21/5) adalah seorang pasien yang dirawat di RS Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan.

Pasien dengan kode PDP 27 ini merupakan seorang pedagang di Pasar Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula. "Jadi yang sembuh ada satu, yaitu PDP 27, sehingga keseluruhan berjumlah 33 orang. Untuk penambahan pasien positif COVID-19 juga tidak ada," ujar Suyasa.

Baca juga: Seorang pasien COVID-19 di Buleleng dinyatakan sembuh

Gede Suyasa mengatakan secara menyeluruh terkait dengan percepatan penanganan COVID-19 di Buleleng dari hari ke hari sudah semakin membaik. Salah satunya, yakni dalam upaya memperkecil peluang terjadinya transmisi lokal dan isolasi desa yang dilakukan terhadap salah satu desa di Buleleng beberapa waktu lalu.

Hal tersebut membuktikan penanganan yang semakin baik. "Itulah beberapa variabel kenapa kita harus membangun optimisme dan semangat untuk bisa menghadapi COVID-19 ini," katanya.

Untuk perkembangan penanganan COVID-19 di Buleleng, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara kumulatif 60 orang, dengan rincian, pasien yang dirawat di Buleleng 13 orang dan dinyatakan sembuh 33 orang. Jumlah PDP yang negatif enam orang, sedangkan pasien terkonfirmasi yang dirawat di luar Buleleng enam orang, dan lima orang pasien terkonfirmasi dirujuk ke Denpasar.

Suyasa mengakui kendati tingkat kesembuhan pasien di Buleleng mencapai 64 persen, ada beberapa pasien yang menjalani perawatan lebih dari 20 hari, sejak akhir April lalu. Mereka adalah PDP 21, PDP 26, PDP 32, PDP 34 dan PDP 37.

Baca juga: Buleleng optimistis karantina warga Bondalem akan selesai akhir Mei

Baca juga: 50 persen pasien COVID-19 di Buleleng sembuh


Khusus PDP 21, sambung Suyasa, merupakan anak dari PDP 18 (pedagang di pasar Bondalem yang telah sembuh). PDP 21 ini sudah dirawat sejak 29 April. Saat ini, PDP 21 telah menjalani swab hingga 10 kali, namun hasilnya selalu berubah-ubah.

Suyasa tetap optimistis penanangan pasien COVID-19 di Buleleng bisa tuntas hingga 30 Mei 2020, karena bila mengikuti ketetapan Bupati Buleleng dalam Status Tanggap Darurat yang dilakukan pada 30 April-30 Mei 2020, merupakan perpanjangan kedua.

Suyasa menyebut, saat ini pasien yang menjalani perawatan di RS Pratama Giri Emas dan RSUP Sanglah memang didominasi oleh kasus transmisi lokal yang terjadi di Desa Bondalem. Dari 32 pasien asal Bondalem, yang kini masih menjalani perawatan 10 pasien.

"Dari 10 pasien itu, yang berprofesi sebagai pedagang dua orang pasien dan delapan orang pasien lainnya non-pedagang. Sisanya, tiga orang pasien berasal dari luar Bondalem. Persoalan pekerja migran Indonesia (PMI) juga sudah ditangani, para PMI kian disiplin menjalani karantina, sehingga ini yang membuat kami optimistis bisa diselesaikan hingga akhir Mei," katanya.

Sementara itu, jajaran TNI-Polri di Buleleng bersama-sama melakukan kegiatan bakti sosial membantu anak-anak yatim piatu di panti asuhan, sekaligus melakukan pemantauan pada pos-pos keamanan saat pandemi COVID-19 di wilayah setempat

Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa dan Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Windra Listrianto, S.E., M.I K., mengunjungi Pos Pengamanan dan Penyekatan Ketupat Agung di Desa Pejarakan, Gerogak dan Yayasan Anak Yatim Rauldatul Makmur di Dusun Banyuwedang.

Baca juga: Pemkab Buleleng pindahkan karantina pekerja migran dari SD ke hotel

Baca juga: Warga Buleleng-Bali terdampak COVID-19 disiapkan bantuan sembako


"Kami melakukan pantauan dan bakti sosial bersama dengan menyerahkan bantuan 38 paket sembako kepada aparat yang bertugas di sana, di antaranya para Bhabinkamtibmas dan Pecalang Desa Pejarakan. Pemberian bingkisan kepada petugas Pos Pengamanan oleh Dirpolair ini dilakukan guna memberi motivasi dan semangat kepada anggota dalam melaksanakan tugas," katanya.

Setelah pengecekan pos pengamanan, Kapolres dan Dandim menuju Yayasan Anak Yatim Rauldatul Makmur untuk bersilaturahim sekaligus menyerahkan 43 paket sembako yang telah disiapkan Kodim 1609/ Buleleng.

Selain mengunjungi Panti Yatim Yayasan Rauldatur Makmur, rombongan juga bersilaturahim ke tokoh agama di Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak dan bertemu dengan anggota DPRD Buleleng H Muliadi.
 

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Made Adnyana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Empat kondisi masyarakat di tengah pandemi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar