Jakarta (ANTARA News) - Direktur Utama PT Jamsostek (persero) Hotbonar Sinaga mengatakan pihaknya setuju untuk menurunkan bunga depositonya asalkan bank juga turut menurunkan bunga kreditnya.

"Kalau bicara suku bunga Jamsostek bisa saja menurunkan suku bunga tapi harus ada win-win, artinya Jamsostek berkorban bisa menerima tingkat suku bunga lebih rendah dari yang sekarang tapi bank harus bisa menurunkan tingkat spread (selisih bunga kredit dan deposito), jadi kalau bisa spread 3-4 persen," katanya di Jakarta, Selasa.

Hotbonar mengungkapkan hal itu terkait dengan kesepakatan 14 bank dengan Bank Indonesia yang menyatakan untuk mematok bunga deposito maksimal sebesar suku bunga acuan BI rate (6,5 persen) plus 150 basis poin atau maksimal delapan persen.

Sebelumnya, Hotbonar mengatakan, sebagai pemilik dana besar dengan penempatan dana di deposito sebesar Rp24,5 triliun, pihaknya wajar untuk meminta suku bunga di atas pasar sekitar 11-12 persen. Hal ini karena penempatan ini dalam jangka panjang.

Ia mengatakan, untuk membicarakan masalah ini, akan ada rapat di gedung departemen keuangan pada Rabu (26/8).

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Darmin Nasution sebelumnya mengungkapkan, dominasi satu persen pemilik dana kelas kakap di perbankan telah mengakibatkan suku bunga deposito tinggi dan akibat tingginya bunga deposito itu membuat bunga kredit menjadi tinggi.

Dampak lanjutannya, sektor riil sulit untuk bergerak karena bunga kredit tak juga turun, meski di sisi lain, BI sendiri telah memangkas bunga acuan BI rate sebesar 300 basis poin menjadi 6,5 persen untuk mengerek turun bunga kredit.

Namun sayangnya, meski BI rate turun, perbankan enggan untuk menurunkan bunga kreditnya.

Untuk itu, BI meminta kesepakatan 14 bank terbesar untuk mematok bunga deposito dalam tiga bulan ini sebesar BI rate plus 150 basis poin, sehingga bunga deposito menjadi lebih rendah, dan harapannya membuat bunga kredit turun. (*)

Pewarta: Luki Satrio
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009