Jambi (ANTARA News) - Sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Jambi semakin disesaki pengunjung yang ingin membeli berbagai keperluan khas hari raya Idul Fitri 1430 Hijriah.

Berdasarkan pantauan ANTARA di Jambi, Sabtu, kepadatan terlihat di sejumlah mal, supermarket, pertokoan dan pasar-pasar tradisional di Kota Jambi.

Dan pengunjung ini kebanyakan memadati stand-stand dan usaha yang menyediakan beranekaragam pernak-pernik kebutuhan lebaran seperti perlengkapan salat Ied, busana muslim dan alas kaki.

Menurut salah satu penjaga stand di mal world trade centre (WTC) Batanghari di kawasan pasar Kota Jambi, Dina, kepadatan berangsur-angsur terjadi ketika memasuki pekan terakhir bulan Ramadhan.

Pengunjung rata-rata mencari busana baru, sepatu, sandal, perlengkapan salat dan sebagainya yang bernuansa lebaran.

"Semakin mendekati lebaran, kondisi mal semakin sesak saja. Tahun lalu kondisinya tidak jauh berbeda," kata Dina.

Demi melayani jumlah pengunjung yang membludak ini, manajemen WTC Batanghari memutuskan untuk menutup mal ini pada pukul 00.00 WIB setiap hari hingga lebaran nanti.

"Para karyawan rata-rata terpaksa lembur karena antusiasme masyarakat membeli barang-barang baru sangat tinggi dibanding hari-hari biasa," kata Dina.

Kondisi serupa juga terjadi di mal Jambi Prima Mal (JPM) Trona di kawasan Thehok Kota Jambi. Warga yang bahkan berasal dari luar daerah ini berbondong-bondong membeli sejumlah perlengkapan dan aksesoris khas lebaran.

Salah seorang pengurus mal JPM Trona, Andi, mengaku hari-hari menjelang lebaran, mal yang dikelolanya semakin sesak dipadati pengunjung. Apalagi pihaknya memberikan diskon hingga 70 persen kepada sebagian besar produk yang dijual.

"Ini sebagai salah satu langkah menarik minat masyarakat membeli barang di mal JPM," tutur Andi ketika ditanya di Jambi, Sabtu.

Meski tidak mau menyebutkan omset yang masuk selama bulan Ramadhan ini, Andi mengatakan jumlahnya meningkat hingga tiga kali lipat dibanding bulan-bulan biasa.

Salah seorang pengunjung ketika ditanya di WTC Batanghari, Lena, mengatakan, dia harus bolak-balik hingga tiga kali ke mal berbeda karena sebelumnya tidak mendapat barang yang dicari.

"Saya ingin lebaran menjadi momen spesial. Sebab itu saya rela-rela saja balik ke mal untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Biarlah penuh sesak, yang penting keinginan terwujud," tambahnya. (*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009