Pemkot Bandung nilai sejumlah objek wisata belum siap beroperasi

Pemkot Bandung nilai sejumlah objek wisata belum siap beroperasi

Petugas memberi pakan satwa di Kebun Binatang, Kota Bandung. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung)

kami lihat sarananya belum siap
Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung menilai sejumlah objek wisata belum bisa dilonggarkan saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional, karena belum siap beroperasi dengan memenuhi standar protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana setelah meninjau sejumlah objek wisata di Kota Bandung seperti Kebun Binatang, Kolam Renang Karang Setra, dan Taman Lalu Lintas menyatakan sejumlah tempat itu belum menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Kami lihat di Taman Lalu Lintas, kebun binatang dan Kolam Renang Karang Setra, itu mewakili beberapa tempat wisata, kami lihat sarananya belum siap, meskipun mereka sudah tahu bahwa harus menerapkan prosedur standar kesehatan," kata Yana di Bandung, Senin.

Sebetulnya, kata dia, ketiga tempat itu sudah bisa kembali beroperasi berdasarkan aturan PSBB proposional. Namun, hal itu tergantung pada kesiapan pengelola untuk memenuhi standar protokol kesehatan.

Baca juga: Saat PSBB, wisata Pantai Tanjungpakis Karawang dipadati pengunjung

Baca juga: Meski diterapkan AKB, tempat wisata di Purwakarta tak dibuka total

 

"Jadi tergantung dari kesiapan pengelola pariwisata ini, kapan mereka bisa melengkapi, setelah lengkap mereka buat surat ke Disbudpar, kita tinjau ulang dan dibuat simulasi setelah siap," katanya.

Jika ingin diperbolehkan beroperasi, Yana menyebut para pengelola objek wisata harus menunjukkan kesiapannya seperti yang dilakukan oleh para pengelola pusat perbelanjaan. Sebelumnya, Pemkot Bandung telah mengizinkan sejumlah mal di wilayah ini untuk beroperasi selama menerapkan protokol kesehatan.

"Yang paling penting, (menerapkan) antrean physical distancing, tempat cuci tangan, termasuk tadi sarana isolasi, kalau pun ada wahana seperti di Taman Lalu Lintas itu harus langsung dibersihkan disinfektan," katanya.

Selain itu, setiap objek wisata harus membatasi jumlah pengunjung yang boleh masuk. Dari total kapasitas, hanya 30 persen yang boleh masuk ke objek wisata tersebut.

"Kalau kapasitas tetap 30 persen dulu, karena masih zona kuning, satu angka lagi kita sudah lima, syukur-syukur bisa loncat ke tujuh jadi zona hijau," kata dia.

Baca juga: Sebanyak 30 objek wisata di Buleleng-Bali tutup sementara

Baca juga: Cegah corona, 5 objek wisata berbasis masyarakat di Kulon Progo tutup


Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jelang libur Panjang, satgas ingatkan masyarakat patuhi protokol kesehatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar