Industri asuransi minimalisir volatilitas investasi nasabah

Industri asuransi minimalisir volatilitas investasi nasabah

Chief Investment Officer Prudential Indonesia, Novi Imelda memberikan pemaparan saat peluncuran unit terbaru asuransi Prudential, PRUlink Generasi Baru dan PRUlink Syariah Generasi Baru di Goedang Popsa Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (25/9). FOTO/Darwin Fatir/18. (-) (-/)

Jakarta (ANTARA) - Industri asuransi melakukan sejumlah strategi untuk meminimalisasi volatilitas investasi nasabah terkait kondisi pasar dalam negeri yang terdampak oleh pandemi COVID-19 dan tekanan global.

Chief Investment Officer Prudential Indonesia Novi Imelda di Jakarta, Selasa mengatakan,sejak WHO mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi dunia pada pertengahan Maret 2020, pasar modal dunia dan juga Indonesia mengalami koreksi. Pembatasan wilayah berskala besar yang dilakukan pemerintah di sejumlah negara berdampak pada perlambatan ekonomi.

Internasional Monetary Fund (IMF) mengoreksi pertumbuhan ekonomi dunia dan Indonesia turun berturut-turut 3 persen dan 0,53 persen, hal tersebut berimbas
pada koreksi Indeks Harga Saham pada hampir semua negara, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Menanggapi kondisi pasar dalam negeri yang terdampak oleh pandemi COVID-19 dan tekanan global, kami melakukan sejumlah strategi untuk meminimalisasi volatilitas investasi nasabah," katanya melalui keterangan tertulis.

Baca juga: Manajer investasi: Penanganan COVID-19 jadi kunci keyakinan investor

Menurut dia, Prudential Indonesia bersama Eastspring Indonesia, perusahaan Manajer Investasi, mengambil langkah untuk mendampingi nasabah dalam menghadapi kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.

"Dalam mengelola investasi nasabah, khususnya di tengah fase normal baru ini, kami menerapkan prinsip kehati-hatian secara optimal dalam memilih saham dan hanya yang memiliki fundamental baik dan pendanaan yang kuat," ujar Novi.

Terkait dana investasi saham, perusahaan fokus berinvestasi di berbagai sektor yang cenderung tangguh ketika pertumbuhan ekonomi melambat dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang seperti konsumsi, kesehatan, dan komunikasi yang diharapkan dapat mengurangi volatilitas.

Sedangkan untuk dana investasi obligasi, perusahaan berkonsentrasi pada obligasi pemerintah yang dianggap lebih likuid.

"Dengan strategi seperti ini, kami berharap dapat meminimalisir risiko dan pada saat yang bersamaan tetap efektif dalam meningkatkan kinerja ketika pasar pulih," katanya.

Baca juga: Ini keuntungan investasi ORI sekaligus bantu tangani COVID-19

Sementara itu Chief Executive Officer Eastspring Indonesia Alan T. Darmawan menambahkan di tingkat global, sentimen pasar masih akan cenderung negatif dan volatilitas pasar masih tinggi.

Pihaknya memprediksi pandemi dapat terkendali tetapi tidak dalam waktu singkat dan ekonomi terus tumbuh, tetapi produktivitas menurun selama beberapa bulan sehingga pertumbuhan melambat.

Namun, menurut dia, situasi saat ini hanyalah fluktuasi sementara dan pasar Indonesia akan pulih dalam jangka waktu menengah dan panjang, karena stabilitas fundamental ekonomi makro Indonesia yang relatif stabil.

"Di saat seperti ini, justru kami melihat ini merupakan kesempatan bagi Nasabah untuk tetap berinvestasi agar mencapai imbal investasi dalam jangka panjang yang lebih tinggi," katanya.

Senada dengan itu Novi menambahkan, volatilitas pasar memang masih tinggi, namun masyarakat diharapkan tetap tenang dan melakukan investasi secara berkala hingga tujuan investasi tercapai.

 

Pewarta: Subagyo
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Pagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar