Muncul klaster baru, positif COVID-19 di Riau melonjak jadi 166 orang

Muncul klaster baru, positif COVID-19 di Riau melonjak jadi 166 orang

Tim Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Riau melakukan supervisi ke kantor BRI Cabang Pekanbaru untuk mengecek penerapan protokol COVID-19, Senin (22/6/2020). (FOTO ANTARA/HO-Gugus Tugas COVID-19 Riau)

Penambahan kasus baru tersebut di antaranya ada balita, pedagang, dua orang tenaga kesehatan dan seorang warga negara asing (WNA).
Pekanbaru (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Riau menyatakan jumlah kasus positif COVID-19 di provinsi itu pada Senin bertambah 24 kasus sehingga saat ini total akumulasi kasus di daerah tersebut naik jadi 166 pasien, termasuk munculnya klaster penularan baru di Kota Pekanbaru

“Terjadi peningkatan kasus tertinggi harian di Riau karena kasus positif bertambah 24 kasus baru. Total kasus positif COVID-19 kini bertambah menjadi 166 kasus akumulasi,” kata Juru Bicara GTPP COVID-19 Riau dr Indra Yovi Sp.P(K) dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Senin (22/6) malam.

Ia menjelaskan penambahan kasus baru tersebut di antaranya ada balita, pedagang, dua orang tenaga kesehatan dan seorang warga negara asing (WNA). Total positif COVID-19 Riau kini 166 kasus, dengan rincian 41 orang dirawat, 117 sehat dan sudah dipulangkan, dan delapan meninggal dunia.

Indra Yovi juga menjelaskan muncul klaster baru dari penelusuran kontak (tracing contact) pasien berinisial NC, warga Kota Pekanbaru, yang telah meninggal dunia. Dari pasien kasus ke-134 itu didapati banyak pasien positif baru.

“Dari 'tracing' pasien NC, pasien kasus ke-134 yang meninggal ketemu banyak kasus dari ini. Klaster baru, tapi belum kita namakan klaster ini,” katanya.

Ia mengatakan klaster baru tersebut berada di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, daerah yang sebelumnya termasuk zona hijau. Dari klaster ini telah didapati sembilan pasien positif baru.

Pasien tersebut berinisial E (54), FA (25), GSN (24), RD (13), Rd (18), FO (23), NMN (43), dan YA (25). Pasien berinisial GSN, RD, dan Rd adalah isteri dan anak dari pasien NC yang telah meninggal dunia. Sedangkan, FO adalah anak dari pasien E.

Kemudian Indra Yovi mengatakan ada penambahan empat pasien positif baru dari klaster BRI di Kota Pekanbaru. Pasien tersebut didapatkan dari tracing contact pasien NY, pegawai Kantor BRI Cabang Pekanbaru yang jadi kasus positif ke-132.

Pasien tersebut berinisial FP (35) dan SX balita berusia empat tahun, yang merupakan suami dan anak dari pasien NY. Kemudian pasien ZY (62) dan JOR (27). Pasien ZY adalah ayah dari NY.

“Kami terus mengimbau kepada warga yang pernah berurusan di bank BRI Cabang Pekanbaru harus periksa ke fasilitaskesehatan, mau ada gejala atau pun tidak bergejala. Kalau reaktif, sehera isolasi mandiri sambil menunggu tes swab. Kalau hasil swab negatif, silakan beraktifitas lagi,” katanya.

Ia menambahkan, di Kota Pekanbaru juga terdapat penambahan satu pasien yang belum dipastikan dari mana penularannya. Pasien tersebut berinisial SZM (24), yang memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta.

Menurut dia ada lima pasien positif baru di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Mereka berinisial AL (31), AW (34), HPD (41), S (53) dan IS (26). Salah satu pasien, yakni AW, merupakan tenaga kesehatan yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat di rumah sakit daerah setempat.

“AW merupakan tenaga kesehatan yang bertugas di IGD Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan,” katanya.

Tenaga kesehatan yang positif COVID-19 juga ditemukan di Kabupaten Rokan Hulu, berinisial CA (32). “CA merupakan tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Rokan Hulu,” katanya.

Selain itu penambahan juga terdapat di Kota Dumai, sebanyak dua pasien yakni berinisial E (65) dan KTM (50). “Tuan E adalah salah seorang pedagang di pasar tradisional di Kota Dumai, dan merupakan hasil pengembangan dari pengambilan tes sputum massal yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Dumai,” katanya.

Sedangkan pasien KTM adalah warga negara asal Myanmar dan kini sudah dirawat di RSUD Dumai. "KTM merupakan hasil pengembangan dari rapid test yang dilaksanakan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kota Dumai," katanya.

Ia mengatakan di Kabupaten Kuantan Singingi ada penambahan satu pasien, yakni WI (34), namun belum diketahui dari mana penularannya karena tidak memiliki riwayat perjalanan dan kontak erat dengan kasus positif COVID-19. Begitu juga pasien positif baru di Kabupaten Bengkalis berinisial R (68), belum diketahui dari mana penularannya karena tidak memiliki riwayat perjalanan dan kontak erat dengan kasus positif COVID-19.

Di Kabupaten Kampar ada satu penambahan pasien positif baru, yakni IC (37), yang merupakan hasil pengembangan dari pengambilan rapid test masal yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar di Tapung Hilir.

“Kabar baik hari ini, terdapat satu orang pasien positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh, yaitu Nyonya P, pasien Ke-128 yang berasal dari Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir,” demikian Indra Yovi.

Baca juga: Klaster baru COVID-19 di Riau muncul dari penularan pegawai bank

Baca juga: Wali Kota: Setelah PSBB, transmisi lokal di Pekanbaru bisa ditekan

Baca juga: Riau miliki 10 klaster penularan COVID-19


Pewarta: FB Anggoro
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar