LPS jamin Rp3.320,06 triliun dana nasabah di bank

LPS jamin Rp3.320,06 triliun dana nasabah di bank

Teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menghitung uang pecahan Rp100 ribu di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (19/12/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

Kami akan terus berupaya menjalankan tugas bidang penjaminan dan resolusi bank efektif dan efisien
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Mei 2020 menjamin Rp3.320,06 triliun dana nasabah yang disimpan di perbankan di tengah tantangan perekonomian saat ini yang dipengaruhi pandemi COVID-19.

"Kami akan terus berupaya menjalankan tugas bidang penjaminan dan resolusi bank efektif dan efisien untuk menjaga kepercayaan nasabah pada dana di bank," kata Anggota Dewan Komisioner LPS Didik Madiyono dalam webinar Infobank di Jakarta, Selasa.

Baca juga: LPS: Bank kecil rentan alami risiko likuiditas

Sementara itu, Direkur Grup Riset LPS Iman Gunadi mengungkapkan jumlah simpanan yang dijamin itu mencapai 53,08 persen dari total simpanan rupiah dan valas pada Mei 2020, yang mencapai Rp6.158,72 triliun.

Sedangkan jumlah rekeningnya mencapai 99,91 persen atau setara dengan 312,8 juta rekening dijamin yang tidak mempertimbangkan tingkat bunga penjaminan.

Untuk yang mempertimbangkan tingkat suku bunga penjaminan, lanjut dia, jumlah rekening yang dijamin mencapai 99,73 persen dengan nominalnya sebesar 45,78 persen dari total simpanan.

Pada Mei 2020, LPS memangkas 25 basis poin tingkat bunga penjaminan untuk bank umum menjadi 5,5 persen, BPR menjadi 8 persen dan bank umum valuta asing mencapai 1,5 persen.

Secara fundamental, lanjut dia, industri perbankan masih dalam level yang sehat dan stabil dalam jangka pendek.

Namun, LPS mencermati ada sumber kerentanan yang perlu menjadi perhatian yakni daya tahan likuiditas dan aspek kualitas kredit jika pemulihan dari dampak COVID-19 ini berjalan lambat.

Dalam jangka panjang, ia menyebut ada risiko penurunan DPK dan penurunan arus kas terutama di tingkat individual bank.

Hingga 5 Juni 2020, LPS mencatat terjadi kontraksi pertumbuhan DPK industri perbankan sebesar 1,08 persen dari Rp6.128,72 triliun pada Mei 2020 menjadi Rp6.092,40 triliun.

Baca juga: Banggar minta LPS lebih aktif dalam antisipasi bank gagal
Baca juga: Jaga likuiditas perbankan stabil, LPS turunkan bunga penjaminan


Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jiwasraya mulai bayarkan dana klaim ke 15.000 nasabah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar