Liga Inggris

Eddie Howe tak takut dipecat Bournemouth

Eddie Howe tak takut dipecat Bournemouth

Manajer Bournemouth Eddie Howe saat melayani wawancara pascalaga setelah dikalahkan tamunya Newcastle United dalam laga lanjutan Liga Inggris tanpa penonton di tengah pandemi COVID-19 di Stadion Vitality, Bournemouth, Inggris, Rabu (1/7/2020). (ANTARA/REUTERS/POOL/Michael Steele)

Jakarta (ANTARA) - Manajer Bournemouth Eddie Howe mengaku tidak takut dipecat dari jabatannya sebab menurutnya mengkhawatirkan hal itu tidak akan membantu upayanya menghindarkan tim itu dari ancaman degradasi.

Howe sudah lima tahun menangani Bournemouth dan kini santer dikabarkan di ambang pemecatan karena cuma meraih satu poin dari tujuh pertandingan terakhir, yang membuat tim itu kini terdampar di urutan ke-19 alias kedua dari bawah klasemen Liga Inggris.

Tugas Howe juga kian sulit sebab dalam laga pekan ke-33 mereka akan menjamu Manchester United, tim yang nirkalah dalam 15 pertandingan di semua kompetisi, di Stadion Vitality pada Sabtu malam.

Baca juga: Eddie Howe tak butuh jaminan meski Bournemouth kian terpuruk

"Takut dipecat itu tidak akan membantu apapun dan cenderung kontraproduktif," kata Howe dalam jumpa pers pralaga dilansir Reuters, Jumat.

"Apa yang harus saya lakukan? Duduk di rumah dan mengkhawatirkan masa depan? Tidak. Saya akan berusaha membuat tim bisa tampil lebih baik dan mengerahkan segenap energi untuk menduplikasi kerja keras di sesi latihan," ujarnya menambahkan.

Kendati berada di urutan ke-19, di atas kertas yang dibutuhkan Bournemouth untuk keluar dari zona degradasi adalah membayar defisit tiga poin dari West Ham United yang menempati urutan ke-17.

Baca juga: Bournemouth sadar diri terancam degradasi

Howe, yang merupakan pelatih dengan tenor terlama di Liga Inggris saat ini, mengaku bakal berusaha keras untuk menghidupkan kembali semangat kuda hitam yang beberapa musim terakhir diperlihatkan Bournemouth sejak meraih promosi pada 2015.

"Semua orang bebas berpendapat, termasuk mereka yang di luar sana yang sebagian besar mungkin berpikir kami sudah tamat. Tapi sejarah mencatat itu selalu jadi cerita klub ini. Kami berkali-kali diremehkan dan berhasil mengatasi tantangan yang ada dan meraih hal-hal hebat," ujarnya.

"Kami berusaha keras memunculkan kembali hal itu. Satu poin dari tujuh pertandingan jelas bukan yang kami inginkan," kata Howe menambahkan.

Baca juga: Dipecundangi Newcastle, Bournemouth kian terancam degradasi

Kendati demikian, yang dikatakan Howe tentu lebih mudah dari apa yang dihadapi Bournemouth dalam sisa musim ini.

Selain MU, Bournemouth masih harus menghadapi laga tandang di Manchester City dan Everton serta menjamu Tottenham Hotspur, Leicester City dan Southampton.

"Di atas kertas memang sisa enam laga ini sulit, tapi terkadang yang demikian bisa memunculkan sisi terbaik tim ini," pungkas Howe.

Baca juga: Ole yakin penampilan Mason Greenwood akan kian membaik
Baca juga: Lampard ajak semua pihak duduk bersama bahas kontroversi VAR

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Direksi TVRI patahkan alasan Dewas pecat Helmy soal tayangan asing

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar