New York (ANTARA News) - Presiden AS Barack Obama menyatakan flu babi (H1N1) sebagai penyakit berjangkit darurat nasional yang harus segera ditangani negaranya dengan antara lain meningkatkan pengerahan layanan di unit gawat darurat di rumah sakit, demikian laporan media, Minggu WIB.

Laporan New York Times menyebutkan, pernyataan wabah darurat nasional itu ditandatangani oleh Obama Jumat malam dan diumumkan keesokan harinya Sabtu.

Para pejabat lembaga-lembaga kesehatan mengungkapkan, lebih dari 1.000 orang di wilayah AS, termasuk hampir 100 anak-anak, tewas karena flu babi.

Mereka juga menyebutkan bahwa 46 negara bagian di Amerika Serikat telah mengalami kasus flu H1N1 itu.

Dengan dikeluarkannya pernyataan darurat nasional, maka menteri kesehatan AS memiliki kekuasaan untuk menginstruksikan unit gawat darurat di rumah-rumah sakit untuk segera meningkatkan perawatan kepada pasien flu babi.

Rumah sakit juga akan diminta untuk segera memberikan pelayanan segera bagi masyarakat yang memerlukan tindakan agar mereka terhindar dari berjangkitnya flu babi.

Sejauh ini, hanya 11 juta dosis yang telah disebarkan ke departemen-departemen kesehatan, tempat praktek dokter dan tempat-tempat lainnya.

Laporan media itu mengatakan bahwa menurut para pejabat pemerintah, pernyataan darurat nasional itu merupakan langkah untuk membuat keputusan lebih mudah, bukan merupakan reaksi dari perkembangan tertentu kasus flu babi.

Sementara itu, menurut data terakhir dari WHO, hingga 17 Oktober 2009 badan PBB yang mengurusi kesehatan dunia itu ,WHO menerima laporan bahwa selama tahun 2009 sudah 414.000 orang dipastikan --melalui pemeriksaan laboratorium-- terjangkit flu babi.

Selama tahun 2009 ini, menurut laporan WHO, hampir 5.000 orang meninggal karena flu H1N1 dan sebagian besar kasus pasien flu babi hingga meninggal itu terjadi di kawasan Amerika. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009