Kreativitas
Situasi terkini juga membuat para pembuat konten untuk terus bermanuver agar karya mereka menarik disimak meski pun tidak bisa disaksikan secara fisik.

Wendi, masih menyoal konser secara virtual, pergeseran kebiasaan ini membuat para pekerja kreatif harus banyak berinovasi agar pertunjukan memiliki rasa yang kurang lebih sama ketika menonton konser secara langsung, misalnya membuat konser terasa personal dan interaktif.

"Bukan seperti menonton televisi, perlu ada sentuhan yang interaktif," kata Wendi.

Dari beberapa konser yang digelar secara virtual beberapa waktu belakangan, dia mendapat masukan bahwa metode tersebut mengurangi keakraban dengan penonton sehingga orang masih enggan membayar.

Para pegiat industri kreatif sebenarnya masih mencari pola bagaimana agar kegiatan-kegiatan yang semula berlangsung secara fisik dan interaktif bisa dikonversi ke bentuk digital dan memberikan pengalaman yang kurang lebih sama.

Wendi menilai tidak semua pertunjukan musik bisa digelar secara virtual, ada aliran musik tertentu yang belum bisa memberikan pengalaman yang sama ketika diadakan secara livestreaming.

"Yang sulit itu seperti musik rock, metal atau yang memakai distorsi karena penonton berperan dalam mengapresiasi musik, misalnya dengan moshing, jadi semacam ritual (menonton konser)," kata Wendi.

Menurut Enda, situasi menjaga jarak fisik ini bisa memperkenalkan hybrid event, acara yang dilangsungkan secara virtual dan fisik, sambil tetap memenuhi protokol kesehatan, seperti membatasi kapasitas pengunjung.

Efektivitas sebuah acara online, menurut Enda, juga perlu diukur dengan cara yang baru. Misalnya, dulu, sebuah acara akan disebut sukses jika dihadiri banyak peserta atau pengunjung.

Ketika diadakan secara digital, bisa jadi sebuah acara awalnya dihadiri 200 orang kemudian di akhir acara, peserta menyusut karena perhatian mereka terbagi dengan hal lain.

Pada akhirnya, menikmati konten digital tidak bisa terjadi tanpa koneksi internet yang stabil.

Wendi menilai urusan internet ini menjadi tantangan utama mereka ketika membuat pertunjukan virtual. Penonton, apalagi jika membayar, tentu akan kecewa jika konser yang sedang mereka nikmati terputus karena masalah jaringan internet.


Baca juga: #Dirumahaja, Vidio gratiskan nonton semua konten selama 14 hari

Baca juga: JOOX karaoke populer selama pandemik corona

Baca juga: Pasar streaming musik tumbuh 32 persen, Spotify masih memimpin

Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2020