15 ton kerapu diekspor ke Hong Kong setelah ekonomi dibuka

15 ton kerapu diekspor ke Hong Kong setelah ekonomi dibuka

Ekspor ikan kerapu hidup dari Belitung menuju Hong Kong di atas kapal pengangkut ikan hidup MV Cheng Kam Wing (babel.antaranews.com/kasmono)

Alhamdulillah ini adalah ekspor perdana ikan kerapu hidup dari Belitung menuju Hong Kong setelah terhenti akibat adanya wabah COVID-19
Sungailiat,Bangka (ANTARA) - Kabupaten Belitung , Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengekspor 15 ton ikan kerapu hidup menuju Hong Kong setelah sempat terhenti akibat pandemi Virus Corona baru atau COVID-19.

"Alhamdulillah ini adalah ekspor perdana ikan kerapu hidup dari Belitung menuju Hong Kong setelah terhenti akibat adanya wabah COVID-19," kata Bupati Belitung Sahani Saleh usai melepas ekspor ikan kerapu hidup di Pulau Ru, Belitung, Sabtu.

Menurut dia, dalam kesempatan tersebut Belitung mengekspor ikan kerapu hidup sebanyak 15 ton atau senilai 90.000 dolar AS menuju Hong Kong melalui Kapal MV Cheng Kam Wing.

Baca juga: KKP dorong semakin banyak perusahaan ekspor ikan kerapu

Ia menambahkan ekspor tersebut juga menandai kembali normalnya sektor perikanan di daerah itu yang selama ini juga merasakan dampak pandemi COVID-19.

"Sumber perekonomian rakyat dari sektor perikanan kami saat ini sudah kembali normal dan kami berharap ke depannya akan lebih baik lagi," ujarnya.

Bupati menambahkan Belitung memiliki potensi yang cukup menjanjikan sebagai sentra budi daya ikan kerapu menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA).

"Budi daya ikan kerapu di Belitung cukup bagus, pembesarannya cepat, bahkan ada yang beratnya bisa mencapai puluhan kilogram sangat berbeda dengan wilayah lain," katanya.

Baca juga: KKP dorong ekspor komoditas ikan kerapu di tengah pandemi

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Firdaus Zamri mengatakan ekspor ikan kerapu hidup ke Hong Kong saat ini kembali berjalan normal.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya telah melakukan sebanyak dua kali ekspor ikan kerapu hidup menuju Hong kong dengan total sebanyak 30 ton.

"Jadi di tahun 2020 ini target kami adalah melakukan sebanyak sembilan kali ekspor atau pengiriman totalnya sebanyak 135 ton," ujarnya.

Ia meyakini permintaan ikan kerapu hidup dari Hong Kong akan meningkat setelah pandemi COVID-19.

"Kalau tidak ada halangan bulan depan kami akan ekspor lagi sebanyak 15 ton," katanya.

Baca juga: Belitung tahan sementara ekspor ikan kerapu ke pasar dunia

 

Pewarta: Kasmono
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sektor pertanian penyelamat pertumbuhan ekonomi di masa pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar