Pemerintah Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional

Pemerintah Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono bersama Wapres Boediono memberikan ucapan selamat kepada para ahli waris penerima gelar Pahlawan Nasional, Tanda Kehormatan dan Bintang Jasa, di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/11). (ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Republik Indonesia, Senin di Jakarta, menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada sejumlah tokoh yang dinilai memberikan kontribusi yang besar terhadap negara.

Gelar pahlawan nasional dalam rangka peringatan hari Pahlawan 10 November tersebut dianugerahkan kepada almarhum Laksda TNI (purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie), alm. Herman Johanes dan alm. Achmad Subardjo. Jahja Daniel Dharma juga dianugerahi bintang Mahaputera Adi Pradana.

Sementara itu, alm. K.H Ahmad Sanusi, alm. Mr. Sutan Muhammad Amin (Kinceng Raba Nasution), alm. Sultan Muhammad Salahuddin dan alm. Sri Susuhunan Pakubuwono X dianugerahi Bintang Mahaputera Adi Pradana.

Pemerintah menganugerahi Bintang Mahaputra Nararya kepada alm. Herudi Kartowisastro mantan Kepala Badan Standarisasi Nasional.

Mendur bersaudara, Alex dan Frans yang berjasa mengabadikan sejumlah momen perjuangan, termasuk foto proklamasi kemerdekaan RI dianugerahi Bintang Jasa Utama bersama Gortap Sitompul.

Bapak perfilman nasional Usmar Ismail dan pelukis RM Saptohoedojo menerima Bintang Budaya Parama Dharma.

Anugerah itu diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mewakili pemerintah.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden Boediono, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Ibu Herawati Boediono, seta sejumlah menteri, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso dan pejabat negara lainnya.

Gelar pahlawan nasional dan bintang jasa diterima oleh ahli waris masing-masing tokoh. (*)

Pewarta: luki
Editor: Bambang
COPYRIGHT © ANTARA 2009

Komentar