Jakarta (ANTARA News) - Sebuah video dokumenter berjudul "Upacara Bakar Batu di Lembah Baliemku" karya siswa SMPN 2 Jayapura, Papua, berhasil meraih juara nasional ajang Kid Witness News (KWN) Indonesia 2009 yang diselenggarakan oleh PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI).

Kompetisi pembuatan video singkat bagi pelajar SD dan SMP se-Indonesia, KWN 2009, itu merupakan yang keenam sejak diluncurkan pada 2004 dan tahun ini mengambil tema "Negeriku, Budayaku, & Lingkungan Hidup", demikian siaran pers dari PGI yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa.

Dengan meraih juara nasional, tim dari provinsi paling timur Indonesia tersebut berhak meraih hadiah Piala KWN dan piagam, serta perjalanan gratis mengikuti perayaan Kontes Regional di Singapura pada Desember mendatang. Mereka juga akan mewakili Indonesia di Kejuaraan KWN Tingkat Global di Tokyo, Jepang tahun depan.

Terpilih sebagai runner up KWN 2009 adalah video dokumenter karya siswa SMP Kristen Kalam Kudus Surakarta, Jawa Tengah yang berjudul "Kearifan Lokal Desa Pinggir Kelurahan Telukan".

Kemudian video "Ibuku Seorang Buruh Batik" karya siswa SMPN 4 Surakarta meraih juara runner up 2, sementara runner up 3 direbut video berjudul "Wayang Kulit" karya SD Jubilee Jakarta.

Keempat video itu berhasil menyisihkan sekitar 700 video lainnya karya tim-tim dari sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dari seluruh penjuru Tanah Air.

Sebelum penentuan juara nasional dan runner up 1 hingga 3, dewan juri juga menetapkan video-video yang masuk tahapan 10 besar. Video-video itu adalah karya siswa SMPN 2 Jayapura berjudul "Upacara Bakar Batu Di Lembah Baliemku", SMPN 4 Surakarta berjudul "Ibuku Seorang Buruh Batik", SD Salman Al Farisy Bandung berjudul "Lestarikan Legong", dan karya SMPN 173 Jakarta berjudul "Kami Bisa, Hal Kecil Menyelamatkan Lingkungan".

Kemudian karya siswa SMP Kristen Kalam Kudus Surakarta berjudul "Kearifan Lokal Desa Pinggir Kelurahan Telukan", SD Jubilee Jakarta berjudul "Wayang Kulit", SMPN 4 Pekanbaru berjudul "Mengenal Lebih Dekat", SD Islam Dian Didaktika berjudul "Butterfly", SMPN 1 Depok "Seruni Sahabatku Dari Baduy", dan SMP Nasima Semarang "Berburu Suweg Raksasa Dan Sampah Demi Sekolah".

Para wakil siswa dari 10 sekolah dengan storyline terbaik tersebut berkesempata mengikuti training intensif 3 hari (1-3 Oktober 2009) mengenai pembuatan video. Mereka mendapatkan training dan pelatihan dari PGI dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Masing-masing sekolah yang masuk "10 Besar" juga mendapatkan hadiah camera e-cam VDR-D50 dari Panasonic. Selain itu, Panasonic juga menyediakan berbagai perlengkapan produksi bagi 10 storyline yang mereka susun.

Pada KWN 2009 ini, dewan juri sebagai penilai diantaranya adalah Istiqlal Taufik (HRS Director PGI), Subagjo Budisantoso (Wakil Dekan bidang Kerjasama IKJ), Brigitta Isworo Laksmi (Senior Journalist Kompas), Titin Rosmasari (Pemimpin Redaksi Trans7), Ari Budiharto (Manager Trainer iBOx), Albar Daengparani (Manager Sales & Support PT Senjaya Bersama Utama) dan Israr Ardiansyah (Media Outreach Coordinator WWF-Indonesia).

"Tujuan utama kami menggelar Kid Witness News di Indonesia adalah untuk menstimulasi kreativitas di kalangan para siswa dan memunculkan kemampuan berkomunikasi di antara mereka. Selain itu, ajang ini ditujukan untuk menciptakan kerja sama tim di antara para siswa dalam mengerjakan tugas di lapangan dan aktivitas lain terkait dengan pembuatan film tersebut," tutur Istiqlal Taufik, HRS Director PGI.

"Oleh karena itu kami berupaya menyediakan wadah untuk mengasah sisi pendidikan anak lewat berbagai program yang menarik, termasuk KWN. Kami yakin KWN dapat menstimulasi daya inovasi, pemahaman, kreativitas dan analisa para pesertanya," tambah Istiqlal.

Tahun ini, Panasonic Indonesia sebagai penyelenggara resmi KWN 2009 menerima hampir 700 naskah dari berbagai sekolah di seluruh Indonesia. "Jumlah ini meningkat sekitar 15% dibandingkan tahun lalu, dimana jumlah peminat yang masuk hanya 500 naskah," tutur Santi Turino, Corporate Communications Manager PGI.

Aspek penjurian video terdiri dari 5 bidang, yakni (1) Aspek penulisan meliputi kreativitas, orisinalitas, dan kandungan lokal; (2) Aspek Videografi meliputi kualitas gambar, fokus objek, tata cahaya dan warna; (3) Aspek Suara meliputi kejelasan suara, kemampuan narasi, efek suara dan musik; (4) Aspek Editing meliputi harmonisasi dalam penggabungan klip-klip, efek visual, dan tampilan terjemahan dalam bahasa Inggris; (5) Aspek komprehensif meliputi kejelasan dan akurasi tema.

Dengan training yang telah diberikan oleh masing-masing ahlinya, pihak penyelenggara berkeyakinan bahwa Indonesia dapat meraih juara Grand Prix dalam Kejuaraan KWN Tingkat Global yang akan berlangsung di Tokyo (Jepang) tahun depan.

Tema KWN tahun ini "Negeriku, Budayaku, & Lingkungan Hidup", diharapkan dapat merangsang peserta menampilkan karya bernuansa seni budaya Indonesia yang beraneka ragam, dengan subtema yang dipilih adalah "Lihat Sekitarmu dan Ceritakan pada Dunia".

Menurut Subagjo Budisantoso, pengajar IKJ sekaligus salah satu juri KWN Indonesia 2009,"Indonesia kaya akan seni budaya, dimana tiap daerah punya ciri khas masing-masing. Berbagai aktivitas seni budaya warisan leluhur perlu kita lestarikan. Ini sebuah langkah positif untuk bisa kita perlihatkan kepada dunia. Lewat KWN ini, kami yakin anak-anak Indonesia bisa menyajikan karya mereka untuk mendukung pelestarian seni budaya Indonesia yang adiluhung".

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009