Maribor, Slovenia (ANTARA News/Reuters) - Slovenia mengalahkan Rusia, yang mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain, 1-0 dalam pertemuan (leg) kedua "playoff" Piala Dunia, Rabu, untuk meraih satu tempat di putaran final tahun depan.

Zlatko Dedic mencetak satu-satunya gol menjelang turun minum ketika ia memasukkan umpan silang Valter Birsa. Slovenia mengatasi defisit 1-2 dari pertemuan pertama di Moskow untuk memastikan tiket ke Afrika Selatan berdasarkan gol tandang setelah pertandingan berakhir dengan agregat imbang 2-2.

Tim Slovenia, peringkat 49 dunia, membuat kemenangan besar dengan memastikan penampilan kedua mereka pada putaran final setelah melakukan debutnya pada 2002.

Rusia harus kehilangan pemain cadangan Alexander Kerzhakov yang diusir keluar lapangan pada menit ke-66 menyusul bentrokan sengit dengan penjaga gawang Slovenia Samir Handanovic dan Yuri Zhirkov juga dikeluarkan saat berakhirnya pertandingan ketika ia mendapat kartu kuning kedua akibat selisih paham.

Itu merupakan akhir yang pahit bagi pelatih asal Belanda Guus Hiddink, yang gagal membawa timnya ke turnamen besar untuk pertamakali dalam karirnya.

Hiddink membawa tiga tim, negara asalnya Belanda (1998),

Korea Selatan (2002) dan Australia (2006) ke Piala Dunia dan juga membawa Rusia ke putaran final Euro 2008.


Rusia kalah unggul

Pertandingan Rabu adalah salah satu penampilan terburuk Rusia di bawah Hiddink karena mereka kalah unggul dan kalah kuat dari tim pekerja keras Slovenia, yang disaksikan presiden Rusia Dmitry Medvedev dan milyarder pemilik Chelsea Roman Abramovich di tempat VIP.

Tim tuan rumah, didukung oleh penonton yang bersemangat, menyia-nyiakan peluang emas setelah bermain tiga menit ketika Milivoje Novakovic tanpa pengawalan di depan gawang tetapi tembakannya langsung ke kiper Igor Akinfeyev.

Beberapa menit kemudian bola membentur mistar gawang Rusia setelah dibelokkan oleh pertahanan tim tamu Sergei Ignashevich.

Tim Rusia jarang mengancam gawang Slovenia pada babak pertama dengan dua penyerang Andrei Arshavin dan Roman Pavlyuchenko mengendalikan permainan.

Mereka menyerang maju dengan putus asa pada akhir pertandingan dan Zhirkov kehilangan peluang mereka untuk menyamakan kedudukan ketika tembakannya dari sudut tajam dapat diselamatkan oleh Handanovic saat waktu habis.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009