Tangerang (ANTARA News) - Sebanyak 316 kepala keluarga (KK) penghuni relokasi Kertamukti I dan II, korban Situ Gintung, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, tak mendapatkan jatah satu ekor hewan kurban dari pemerintah daerah setempat.

"Satu ekor sapi dan kambing pun tidak disumbangkan Pemerintah Kota Tangsel kepada korban bencana Situ Gintung pada Idul Adha," ungkap Ketua Forum Komunikasi Korban Tragedi Situ Gintung, Ari Lastario, di Tangerang, Jumat.

Kata Ari, penghuni relokasi korban bencana Situ Gintung telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota Tangsel, agar korban bencana mendapatkan seekor hewan kurban seperti sapi atau kambing.

Selama dua minggu menunggu kabar tersebut, pemerintah daerah setempat tidak juga memberikan informasi kepada korban bencana.

Ia menyayangkan, sikap pemerintah daerah yang tidak menganggap keberadaan korban bencana, padahal penghuni relokasi membutuhkan bantuan hewan kurban.

"Korban bencana Situ Gintung kecewa, mengapa sumbangan hewan kurban kepada mereka tidak diberikan," ujar Ari.

Dia mengaku, pada hari Raya Idul Adha, korban Situ Gintung hanya mendapatkan pembagian hewan kurban dari pusat pemberdayaan masyarakat dan pada donatur.

Jumlah hewan kurban yang disumbangkan kepada korban Situ Gintung sekitar tiga ekor sapi dan 20 ekor kambing yang akan dibagikan, Sabtu besok.

Salah seorang penghuni relokasi kertamukti I Bachtiar mengatakan, kabarnya Pemkot Tangsel membagikan 41 ekor sapi dan puluhan kambing, namun tidak satupun hewan kurban diberikan kepada korban Situ Gintung.

"Seharusnya kita juga diberikan hewan kurban, kita jangan dianak tirikan seperti ini," ungkap Bachtiar.

Terpisah, Wakil Ketua Penanggung Jawab Korban Situ Gintung Ahadi mengutarakan, pihaknya telah memberikan jatah hewan kurban melalui tujuh kecamatan di Tangsel.

Hewan kurban tersebut akan dibagikan pihak kecamatan kepada kaum duafa, termasuk korban bencana Situ Gintung.

"Camat Ciputat yang bertanggung jawab membagikan hewan kurban itu, Pemkot Tangsel tidak memberikan hewan kurban. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan," jelas pejabat yang juga Asisten Daerah (Asda) I Kota Tangsel itu.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009