Pemerintah jamin kualitas benih, KKP harapkan pembudi daya mandiri

Pemerintah jamin kualitas benih, KKP harapkan pembudi daya mandiri

Petugas menunjukkan benih ikan Nila (Oreochromis niloticus) varietas Larasati di kolam Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (PBIAT) Ngrajek, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (6/12/2019). Di tempat tersebut dibudidayakan ikan Nila Larasati yang merupakan hasil persilangan antara jenis ikan Nila Pandu (jantan) dengan ikan Nila Kunti (betina) dengan keunggulan daya tahan hidup dan cepat tumbuh. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/aww.

Program bantuan Calon Induk Ikan ini merupakan program prioritas nasional KKP
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki program Calon Induk Ikan sebagai upaya menghasilkan benih berkualitas, sehingga diharapkan ke depannya pembudi daya dapat lebih mandiri.

"Program bantuan Calon Induk Ikan ini merupakan program prioritas nasional KKP dengan harapan pemerintah dapat menjamin kualitas benih yang beredar di masyarakat," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, di tengah pandemi COVID-19, berbagai pihak terkait termasuk KKP ingin terus meningkatkan produksi perikanan nasional terutama perikanan budi daya, guna pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

Baca juga: Teknologi dome LIPI naikkan 5.722 persen benih ikan Technopark Samosir

Untuk itu, ujar Slamet, dalam rangka mendongkrak produktivitas tersebut, maka seluruh pembudi daya diharapkan mampu memproduksi benih dan pakan secara mandiri.

"Kita punya program Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari), dan sekarang kita mengajak para pembudi daya diharapkan juga mampu memproduksi benih sendiri," katanya.

Slamet menyatakan paham bahwa selama pandemi, kegiatan distribusi baik pakan, maupun benih sedikit banyaknya pasti ada yang terganggu.

Jika para pembudi daya sudah mandiri, lanjutnya, walau kondisi apa pun produksi budi daya akan terus berjalan, tidak akan terganggu.

"Salah satu upaya kami agar pembudi daya mampu memproduksi benih, kami menyalurkan bantuan induk lele unggul untuk para pembudi daya," ujarnya.

Penyaluran bantuan calon induk ikan unggul kepada masyarakat merupakan langkah pemerintah untuk memastikan benih yang dihasilkan di unit pembenihan rakyat/hatchery skala rumah tangga (UPR/HSRT) memiliki standar mutu yang tinggi

Ia mengingatkan bahwa kualitas dan kuantitas induk bermutu adalah elemen penting pendukung peningkatan produksi perikanan budidaya.

Adapun salah satu program bantuan calon indukan (calin) unggul itu disalurkan ke daerah Sumatera, salah satunya kepada Kelompok Pembudi Daya Ikan (Pokdakan) Tunas Harapan, Desa Suka Menang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, yang beranggotakan 25 orang.

Calin ikan lele tersebut sebanyak 100 paket, yang terdiri dari 1.000 ekor calin ikan lele betina dan 500 ekor calin ikan lele jantan yang didistribusikan melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam.

Baca juga: KKP kembangkan balai benih air laut di Batam
Baca juga: KKP tebar 10.000 benih ikan di perbatasan RI-Malaysia

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Permintaan benih ikan di Temanggung meningkat di masa pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar