Vientiane, Laos (ANTARA News) - Ketua Kontingen Indonesia di SEA Games Laos, H Alex Noerdin mengunjungi gedung Lao ITECC Vientiane, Laos, Selasa, yakni tempat pertandingan beberapa cabang olahraga.

Pada kunjungan tersebut Alex sempat menyaksikan pertandingan petanque di gedung itu didampingi Wakil Ketua pimpinan kontingen Indonesia, H Muddai Madang yang juga Ketua Umum KONI Sumsel.

Selain mengunjungi gedung tersebut, Alex Noerdin yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumsel itu meninjau tempat penginapan tim pendukung promosi Indonesia sebagai tuan rumah SEA Games XXVI tahun 2011 nanti.

Pejabat nomor satu di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel itu juga mengunjungi wisma wartawan asal Sumatra Selatan di Vientiane, Laos.

Ia menyatakan, kalau wisma para wartawan itu cukup baik sehingga bisa melaksanakan tugasnya dengan baik pula.

Pada kunjungannya di wisma wartawan asal Sumsel tersebut, Alex sempat mencoba membuka facebook di media center wartawan asal provinsi itu.

Pada kesempatan itu, Alex menegaskan, kalau pada SEA Games XXVI tahun 2011 nanti, pihaknya akan menyediakan media center di Sumsel untuk para wartawan.

Hal itu dilakukan untuk membantu tugas para wartawan agar dapat mengirim berita dengan lancar, ujarnya pula.

Para wartawan yang biasa meliput kegiatan di Sumsel itu diberikan kesempatan meliput kegiatan Sea Games di Laos, karena Sumtara Selatan salah satu provinsi di Indonesia dipercaya menjadi salah satu provinsi tuan rumah Sea Games XXVI tahun 2011.

Pada Sea Games tahun 2011, Sumsel dipercaya menjadi tuan rumah pertandingan sembilan cabang olahraga, sehingga semua pihak termasuk para wartawan harus jauh hari sudah menyiapkan diri agar bisa menjadi tuan rumah yang baik.

Pada SEA Games XXV di Vientiane, Laos tahun 2009 akan memperebutkan 379 keping medali emas.

Kontingen Indonesia berjumlah 515 atlet terdiri 209 atlet putra dan 136 atlet putri, 99 pelatih, 28 manajer dan 43 staf kontingen. Mereka akan berlaga di 22 cabang olahraga dari 25 cabang dipertandingkan.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009