Vientiane (ANTARA News) - "13 December is my day..." teriak sprinter Suryo Agung Wibowo dengan lantang ketika memecahkan rekor nomor paling bergengsi, yaitu lari 100m putra, dan sekaligus untuk semakin mengokohkan posisi sebagai manusia tercepat Asia Tenggara.

Suryo benar-benar menjadi bintang di lintasan atletik Stadion Utama, Minggu tersebut dan sekaligus menjadi ironi karena di stadion tersebut justru menjadi kuburan tim sepak bola Indonesia yang tersingkir setelah dikalahkan Myanmar 1-3.

Sukses pelari kelahiran 8 Nopember 1983 itu semakin lengkap karena ia memecahkan rekor yang dipegangnya sendiri dengan catatan yang cukup tajam, yaitu 10,17 detik, jauh lebih baik dari rekor sebelumnya 10,25 detik yang diciptakan dua tahun lalu di SEA Games 2007 Nakhon Ratchasima.

Ketika itu Suryo melanjutkan keperkasaan secara raja lintasan jarak pendek dengan menjuarai nomor 200m meter.

"Ini sungguh luar biasa. Saya sebelumnya hanya menargetkan untuk bisa berlari dalam waktu 10,20 detik, ternyata bisa jauh lebih baik dengan waktu 10,17 detik. Ini sungguh luar biasa," kata Suryo dengan nafas masih terengah-engah dan bersimbah peluh.

Suryo kemudian memeluk rekannya Fadli yang juga berhasil meraih perunggu dengan catatan 10,61 detik. Medali perunggu diraih sprinter Thailand W. Sonde dengan catatan 10,30 detik.

Kedua sprinter itu pun kemudian saling berpelukan hari, diselimuti oleh bendera Merah Putih. Fadli yang sebenarnya tidak ditargetkan untuk meraih medali, tampak tidak bisa berkata-kata karena terharu.

"Ini teman saya ini meraih medali perunggu," kata Suryo sambil merangkul rekannya, karena sadar bahwa kamera dan pertanyaan wartawan lebih banyak diajukan kepadanya.

Suryo yang sudah diterima sebagai pegawai negeri di Kantor Menteri Negara Pemuda dan Olahraga itu, berkali-kali mengucapkan puji syukur kepada Yang Maha Kuasa, serta ucapan terima kasih kepada keluarganya, terutama kedua anaknya.

"Bonus yang nanti akan saya terima yang jelas akan saya simpan untuk masa depan kedua anak saya," kata Suryo mengenai bonus sebesar Rp200 juta yang sudah dijanjikan pemerintah.

Ketika ditanya mengenai peluang untuk mengulangi sukses dengan meraih medali emas di nomor 200m, Suryo mengaku belum bisa berspekulasi.

"Kita lihat saja nanti, saya belum bisa memperkirakannya," kata Suryo yang tampak kewalahan menerima ucapan selamat.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009