Komisi IV dukung sentra padi terpadu lewat program Kostraling Kementan

Komisi IV dukung sentra padi terpadu lewat program Kostraling Kementan

Wakil Ketua Komisi IV DPR Hasan Aminuddin bersama Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi saat mengunjungi salah satu SP3T di Banten, Selasa. (Kementerian Pertanian)

Petani dapat menyesuaikan dengan kearifan lokal setempat yang tentunya akan memberikan nilai plus bagi produk yang dipasarkan
Jakarta (ANTARA) - Komisi IV DPR RI mendukung program Komando Strategi Pembangunan Penggilingan Padi (Kostraling) yang dicanangkan Kementerian Pertanian untuk membentuk sentra pelayanan padi terpadu sehingga penanganan pascapanen pertanian dalam dikelola dengan terstruktur.

Saat mengunjungi salah satu SP3T di Banten bersama Kementan, Ketua Komisi IV DPR Hasan Aminuddin juga memberikan bantuan simbolis kepada para petani tepatnya di Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang yakni bantuan benih padi, benih jagung, bibit kopi, bibit kelapa, power thresher, dan KUR Kostraling

"Selama ini, kami ingin yang sejahtera bukan hanya pemilik sawah saja tapi semua petani sampai dengan buruh taninya. SP3T di Banten ini berjalan bagus dan harus direplikasi di wilayah lain," kata Hasan melalui keterangan di Jakarta, Selasa.

Ada pun sistem pengelolaan melalui sentra pelayanan padi terpadu (SP3T) bertujuan untuk memberikan fasilitas pasca panen bagi kelompok tani supaya harga jual petani saat panen pada posisi tinggi sehingga petani dapat menikmati keuntungan.

Hasan menyebutkan perlunya pelatihan bagi petani sebagai langkah upaya meningkatkan SDM. Menurut dia, semakin berkurang jumlah petani, maka harus diimbangi dengan banyaknya program pelatihan.

Senada dengan itu, anggota Komisi IV DPR Nuraini menginginkan pemerintah lebih mengembangkan pertanian di Provinsi Banten, khususnya kabupaten Serang karena potensi di wilayah tersebut masih cukup luas.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menjelaskan SP3T dibentuk untuk membantu petani padi dapat menikmati hasil panennya secara maksimal.

Selama ini, petani padi banyak yang tidak menikmati hasil panennya secara maksimal karena banyak dijual dalam bentuk gabah kering panen, bahkan ada yang dijual secara tebasan ketika gabah masih ada di lahan.

Sebagai solusi, Kementan menginisiasi dengan memberikan bantuan alsintan seperti combine harvester, vertical dryer, RMU, dan mesin pengepakan untuk unit pengelola jasa alat mesin pertanian.

Suwandi berharap melalui bantuan tersebut tidak ada lagi kendala gabah rusak ketika musim hujan akibat tidak ada mesin pengering atau harga jatuh karena panen raya. Bahkan, dengan adanya paket sarana ini lembaga tani bisa memproduksi beras kemasan dengan label yang khas.

"Petani dapat menyesuaikan dengan kearifan lokal setempat yang tentunya akan memberikan nilai plus bagi produk yang dipasarkan," kata Suwandi.

Ada pun salah satu strategi Kementan dalam menjaga kestabilan harga komoditas pangan dengan memaksimalkan program Kostraling melalui pendekatan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kostraling merupakan program yang diinisiasi Mentan Syahrul Yasin Limpo untuk menjaga harga beras tetap stabil, dan SP3T ini salah satu contoh kostraling yang akan diberdayakan.

Ketua Gapoktan Harapan Makmur, Hamid menuturkan berkat bantuan SP3T pada tahun 2018, kegiatan pertanian tidak hanya memproduksi gabah, namun juga hingga beras dan dalam bentuk kemasan.

Hamid menambahkan dengan bantuan ini, Gapoktan Harapan Makmur berkomitmen menyerap gabah petani dengan harga layak. Saat ini harga gabah yang dibeli sekitar Rp4.700--4.800/kg, sementara untuk harga jual beras bisa sekitar Rp9.500--10.000/kg.

Baca juga: Kementan gandeng Blibli kerja sama pasarkan beras dengan penggilingan
Baca juga: Targetkan ekspor beras 500.000 ton, Mentan libatkan penggilingan

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mempersiapkan Solok Selatan sebagai lumbung padi organik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar