Sidang Tahunan MPR

Omzet pedagang asongan melonjak di lokasi demonstrasi

Omzet pedagang asongan melonjak di lokasi demonstrasi

Sejumlah buruh yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) melakukan unjuk rasa di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras.

Jakarta (ANTARA) - Omzet pedagang asongan melonjak saat ada demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja.

Hal itu diungkapkan Agus Mukri, seorang pedagang asongan yang berjualan di arena demonstrasi mahasiswa dan buruh di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta, Jumat.

Jika ditotal, keuntungan Agus berdagang dari awal hingga demo usai mencapai Rp480.000.
"Rp 480.000?" katanya seolah tak percaya dengan pendapatannya tersebut.

"Besok ada demo lagi enggak pak? Kalau demonya ramai, ya lumayan keuntungannya," kata Agus.

Baca juga: Jalan Gerbang Pemuda kembali dapat dilewati kendaraan
Baca juga: Mahasiswa bakar simbol keranda


Saat unjuk rasa menolak RUU Cipta Kerja,  sejumlah pedagang yang menjajakan dagangannya di sela-sela massa. Seperti pedagang gorengan, mi ayam, minuman ringan dan pedagang bakpao.

Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta 
Pusat, yang ditutup dari pukul 13.00 WIB hingga 18.30 WIB membuat para pedagang bebas menggelar dagangannya di jalanan.

Sasaran mereka ialah sejumlah pedemo yang melakukan aksinya di depan gedung Spark, Senayan, yang masih dalam tahap pembangunan.
Baca juga: Massa mahasiswa berkumpul dekat Gedung Parlemen
Baca juga: Massa buruh bubarkan diri

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bea Cukai gagalkan penyelundupan 1,2 juta benih lobster ke Vietnam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar