Presiden Mali menyatakan mundur usai ditahan militer

Presiden Mali menyatakan mundur usai ditahan  militer

Dokumentasi--Presiden Mali Ibrahim Boubacar Keita (kanan) bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron (ke-2 kiri) dan Menteri Pertahanan Prancis Sylvie Goulard (kiri) dalam sebuah kunjungan ke pasukan Prancis di wilayah Sahel Afrika di Gao, utara Mali, Jumat (19/5/2017). (REUTERS/Christophe Petit Tesso)

Jika hari ini, elemen tertentu pasukan bersenjata kami ingin (pemerintahan) ini berakhir melalui intervensi mereka, apakah saya benar-benar mempunyai pilihan?
Bamako (ANTARA) - Presiden Mali Ibrahim Boubacar Keita pada Selasa menyatakan mundur dan membubarkan parlemen beberapa jam setelah tentara pemberontak menahannya dengan todongan senjata, menjerumuskan sebuah negara yang telah menghadapi pemberontakan ekstremis dan protes massa ke jurang krisis yang lebih dalam.

Terlihat lelah dan mengenakan masker bedah, Presiden Keita menyatakan mundur dalam pidato singkat yang disiarkan di stasiun TV pemerintah beberapa jam setelah pasukan menahannya bersama Perdana Menteri Boubou Cisse dan sejumlah pejabat tingi lainnya.

"Jika hari ini, elemen tertentu pasukan bersenjata kami ingin (pemerintahan) ini berakhir melalui intervensi mereka, apakah saya benar-benar mempunyai pilihan?" katanya dari pangkalan militer Kati di luar Ibu Kota Bamako, tempatnya ditahan.

Baca juga: PM Mali minta maaf terkait bentrokan dalam aksi protes antipemerintah

Tak segera diketahui pasti siapa yang memimpin pemberontakan tersebut, siapa yang memerintah selama Keita tidak ada atau apakah yang diinginkan oleh para pemberontak.

Gambar yang sebelumnya beredar di media sosial, yang katanya berada di garnisun Kati memperlihatkan Keita dan Cisse dikepung oleh tentara bersenjata. Reuters tak bisa memverifikasi keabsahan video tersebut.

Puluhan ribu pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Bamako sejak Juni. Massa menyerukan agar Presiden Keita mundur, atas apa yang mereka anggap gagal menangani keamanan yang kian memburuk dan praktik korupsi.

Prancis dan negara besar lainnya serta Uni Afrika mengecam pemberontakan tersebut. Mereka khawatir bahwa lengsernya Presiden Keita dapat semakin mengguncang bekas koloni Prancis tersebut dan seluruh wilayah Sahel Afrika Barat.

Sumber: Reuters

Baca juga: Presiden dan PM Mali ditahan pemberontak
Baca juga: Ribuan warga Mali kembali tuntut presiden mundur

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Edhy Prabowo mundur dari kabinet dan partai setelah penetapan tersangka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar