Bangkalan (ANTARA News) - Shalat gaib untuk mendoakan almarhum mantan presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dus di Madura, Jawa Timur, masih terus berlangsung.

Jumat siang, ratusan warga dan santri ponpok pesantren Ibnu Cholil di Kelurahan Mlajah, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan, menggelar shalat gaib di masjid Raudlah Arrohmah yang ada di kota itu.

Shalat gaib digelar usai shalat Jumat yang dipimpin oleh KH Nasih Ashall. Para jamaah tampak khusuk mengikuti shalat gaib, bahkan ada sebagian jamaah yang meneteskan air mata.

Ketua Takmir Masjid Raudlah Arrohmah, KH Imam Buchori Cholil, mengatakan, shalat gaib digelar untuk mendoakan Gus Dur yang telah menghadap Sang Khalik agar amal ibadah sholehnya diterima disisi Allah SWT.

"Kami berdoa semoga amal ibadah beliau selama masa hidupnya diterima disisi-Nya. Sehingga beliau bisa tenang di alam akhirat sana. Begitu juga dengan keluarganya yang ditinggalkan agar bisa tabah," kata Imam, sapaan akrab KH Imam Buchori Cholil.

Imam menjelaskan, Gus Dur merupakan sosok pemimpin yang sulit tergantikan oleh siapa pun. Sebab, ide dan gagasan yang cemerlang beliau sering muncul saat memimpin negara Indonesia. Serta membawa kemakmuran bagi bangsa ini saat dipimpinnya.

"Beliau saat menjadi Presiden, tegas dan tidak ragu- ragu dalam mengambil sebuah keputusan untuk mencari solusi dari sebuah masalah," paparnya.

Menurut Imam, Gus Dur patut dijadikan pahlawan nasional. Sebab, berkat ide-ide yang cemerlang Gus Dur banyak sekali membawa perubahan ke arah yang lebih baik, terutama bagi dunia politik di negara Indonesia.

"Kami setuju dan mendukung jika beliau dijadikan sebagai pahlawan nasional. Sehingga jasa dan perjuangan beliau bisa selalu dikenang oleh masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Muhammad Sodik, mengatakan, dirinya ikut berpartisipasi dalam shalat gaib tersebut karena ingin mendoakan Gus Dur. Sebab, banyak sekali jasa yang pernah beliau lakukan terhadap perkembangan bangsa ini.

"Kami tidak bisa membalas jasa-jasa beliau dengan apapun, saya hanya bisa mendoakan dan berharap semoga amal baik beliau diterima disisiNya," tegas Sodik.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010