London (ANTARA News) - Warga NU bersama masyarakat Indonesia yang berada di Kerajaan Inggris Raya mengelar acara doa dan tahlilan bersama atas kepulangan mantan Presiden RI ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid, yang digelar Gedung KBRl London, Minggu sore.

Kyai Haji Abdurrahman Wahid, yang akrab dipanggil Gus Dur, lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940 ? meninggal di Jakarta, 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun.

Dalam cuaca musim dingin, warga Indonesia berdatangan ke gedung KBRI London yang tidak jauh dari Kedutan Amerika di London untuk mengelar sholat gaib serta tahlilan dengan kepulangan mantan Presiden ke 4 dari tahun 1999 hingga 2001.

Sahabat Gus Dur di London, yang juga menjadi sesepuh dari pengurus NU Royandi Abbas kepada koresponden Antara London, Minggu malam mengatakan bahwa Gus Dur sejak kecil tidak saja pintar tetapi juga sangat rajin membaca.

Menurut Royandi Abbas, biasanya orang pandai itu suka malas, tetapi tidak dengan Gus Dur. "Beliau itu selain pandai juga rajin," ujar Royandi yang menyampaikan sambutan dalam acara doa bersama itu.

Abdurrahman Wahid, mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menurut Royandi sejak kecil sudah rajin belajar dan bahkan ketika kuliah di Irak.

"Saya menyadari Gus Dur itu jalan pikirannya maju lima tahun ketimbang orang lain," ujarnya menambahkan bahwa Gus Dus seorang yang iklhas dan tidak buru buru dan bahkan Gus Dus ingatannya sempat dipuji oleh orang Inggris.

Pada saat Gus Dur berkunjung ke London, jadwal yang disampaikan untuk bertemu dengan pejabat pemerintah Inggris diingat Gus Dur luar kepala, ujar Royandi yang sejak lama telag berkawan dengan Gus Dus.

Selain mengelar sholat gaih dan doa bersama, KBRI London juga menyediakan buku duka cita dibuka di KBRI London yang telah tersdia sejak Kamis, 31 Desember.

Buka duka untuk mantan Presiden keempat Republik Indonesia yang meninggal dunia pada hari Rabu tanggal 30 Desember di RS Ciptomangunkusumo, Jakarta pada pukul 18.45 WIB itu juga tersedia hingga Selasa, 5 Januari.

Councellor KBRI London Herry Sudrajat mengatakan bahwa Duta Besar RI untuk Inggris dan Irlandia beserta segenap jajaran dan keluarga besar KBRI London turut berduka cita dan menyatakan belasungkawa yang mendalam atas kepulangan K.H. Abdurrahman Wahid ke pangkuan Tuhan Yang Maha Esa.

Ketua PCI NU UK, Hadi Susanto atas nama segenap pengurus cabang istimewa NU-UK mengucapkan terima kasih atas perhatian, ucapan duka cita, dan doa dari masyarakat Indonesia yang berada di Inggris. (*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010